Samudra Ilmu Agama Islam

Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Archive for the ‘Ilmu Hadits’ Category

PELAJARAN KSEBELAS – MUSTHOLAH HADITS

Posted by Administrator pada 10 Mei 2009

HADITS DITINJAU DARI SISI METODE PERIWAYATANNYA

METODE MENGEMBAN HADITS DAN CARA MENYAMPAIKANNYA

(AT TAHAMMUL WAL ADA’)

Seseorang yang telah mempelajari hadits dengan sungguh-sungguh dengan cara yang benar memiliki beberapa kode etik yang harus dia jaga dan dia pelihara, baik ketika masih menjadi pelajar itu sendiri atau ketikadia sudah mengajarkannya kepada orang lain kelak. Di dalam ilmu mushtholah hadits hal ini dikenal dengan istilah at tahammul wal ada’. Pada pelajaran hadits yang terakhir ini kita akan mempelajari kedua hal ini. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Ilmu Hadits | Dengan kaitkata: | 3 Comments »

PELAJARAN KESEPULUH – MUSHTHOLAH HADITS

Posted by Administrator pada 10 Mei 2009

HADITS DITINJAU DARI SISI KEDUDUKAN JARH DAN TA’DIL

(CELA DAN PERNYATAAN ADIL)

 MAKNA JARH

Yaitu celaan kepada seorang rawi sebuah hadits yang dapat menghilangkan atauy mebgurangi keadilannya atau kedlabitannya.

 MAKNA TA’DIL

Yaitu pernyataan bersih kepada seorang rawi dan pernyataan kepadanya bahwa dia adalah seorang yang adil dan dlabith.

TINGKATAN-TINGKATAN TA’DIL Baca entri selengkapnya »

Posted in Ilmu Hadits | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

PELAJARAN KESEMBILAN – MUSTHOLAH HADITS

Posted by Administrator pada 10 Mei 2009

HADITS DITINJAU DARI SISI GENERASI-GENERASI PARA RAWINYA

(THOBAQOTUR RUWAT)

 DEFINISI THOBAQOT

  1. Menurut Bahasa

Yaitu suatu kelompok masyarakat yang saling serupa

 2. Menurut Istilah

Yaitu suatu ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan suatu kelompok yang berada dalam satu umur atau saling berdekatan atau yang belajar kepada seorang guru yang sama. Baca entri selengkapnya »

Posted in Ilmu Hadits | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

PELAJARAN KEDELAPAN – MUSHTHOLAH HADITS

Posted by Administrator pada 9 Mei 2009

HADITS DITINJAU DARI SISI SIFAT-SIFAT RAWI

A.     RIWAYATUL AQRON (PARA SAHABAT)

  1. أقْرَان   menurut bahasa adalah bentuk jamak dari : قَرِيْن , yaitu seseorang teman yang selalu bersama dengan temannya.
  2. Menurut istilah adalah dua orang sahabat dimana keduanya berdekatan pada umurnya dan sanadnya atau salah satu dari keduanya. Yang dimaksud dengan kedekatan umur itu adalah jika kelahiran mereka berdekatan waktunya. Dan yang dimaksud dengan kedekatan sanad adalah jika salah seorang dari keduanya meriwayatkan dari guru-guru sahabat yang lain.
  3. Definisinya adalah jika seorang sahabat itu meriwayatkan dari sahabatnya yang lain.
  4. contohnya adalah riwayat Sulaiman At Taimi dari Mas’ar bin Kaddam. Mereka berdua adalah sahabat. Tetapi kami tidak mengetahui Mas’ar meriwayaatkan dari At Taimi.
  5. kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah : Al Afnan fi riwayatil Aqron karya Ibnu Hajar Baca entri selengkapnya »

Posted in Ilmu Hadits | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

PELAJARAN KETUJUH – MUSTHOLAH HADITS

Posted by Administrator pada 14 April 2009

HADITS DITINJAU DARI SISI JUMLAH RAWINYA

Yang dimaksud dengan jumlah perawi di sini adalah jumlah perawi antara perawi sebuah hadits sampai kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pada satu jalur periwayatan, misalnya antara Imam Bukhari sampai kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, apakah jumlah perawinya tiga, empat, atau lima. Demikian seterusnya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Ilmu Hadits | Dengan kaitkata: | 2 Comments »