Samudra Ilmu Agama Islam

Islam Rahmatan Lil 'Alamin

PELAJARAN KETUJUH – MUSTHOLAH HADITS

Posted by Administrator pada 14 April 2009

HADITS DITINJAU DARI SISI JUMLAH RAWINYA

Yang dimaksud dengan jumlah perawi di sini adalah jumlah perawi antara perawi sebuah hadits sampai kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pada satu jalur periwayatan, misalnya antara Imam Bukhari sampai kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, apakah jumlah perawinya tiga, empat, atau lima. Demikian seterusnya.

 

A.     SEDIKIT (AL ISNAD AL ‘ALI, YANG TINGGI)

1.      Definisinya

Yaitu sanad yang jumlah rawinya adalah sedikit

 

2.      Hukumnya

Hadits ini kadang-kadang shahih, kadang-kadang hasan dan kadnag-kadang dla’if

 

3.      Macam-macamnya

a.       Ketinggian secara muthlaq

1)      Definisinya

Yaitu hadits yang dekat kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam

 

2)      Contohnya

a)    Imam Ahmad berkata : “Isma’il bercerita kepada kami dari Abdul Aziz dari Anas secara marfu’ : “Jika salah seorang dari kalian berdo’a, maka hendaklah dia menegaskan dalam do’anya. Dan janganlah dia mengatakan : “Jika engkau menghendaki, maka berikanlah kepadaku”. Karena sesuyngguhnya Allah itu tidak ada yang memaksa-Nya”.

 

b)      Malik meriwayatkan dari Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar secara marfu’ : “Jika orang yahudi itu ketika mengucapkan salam kepadamu, dia berkata : السَّامُ عَلَيْكُمْ  (kematian tetap kepada kalian). Maka katakanlah : وَعَلَيْكَ  (dan ettap kepadamu)”.

 

b.      Ketinggain secara nisbi

 

a.       yaitu kedekatanya kepada salah seorang imam dalam ilmu hadist, seperti Al A’masy, Ibnu Juraij, Al Auza’I   dan lain-lain.

Contohnya :

Imam Bukhori berkata : “Ismail bercerita kepada kami, : “Malik bercerita kepada saya dari Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurrahmaan dari Abu Hurairah secara marfu’ : “Barang siapa yang melakukan qiamurramadhan karena beriman dan mencari ridlo Allah, maka dia akan diampuni dosanya yang telah lalu “.

 

b.      Ketinnggian ditinjau dari sisi kedekatan kepada suatu  kitab yang dijadikan sebagai rujukan, seperti     ash shohihaini. Ini ada empat macam, yaitu :

1)      Al muwafaqoh

a)      Definisinnnnya

Yaitu kesaampaiannya kepada  salah seorang pengarang kitab, dengan tanpa melalui jalur riwayatnya.

b)      Contohnya

Al Hafidz berkata : “ Imam Bukhori meriwayatkan sebuah hadits dari Qutaibah dari Malik. Jika kami meriwayatkan hadits itu darinya, maka antara kami dan Qutaibah ada delapan rowi. Jika misalnya kami meriwayatkan hadits itu dari jalur Abul Abbas As Siraj maka antara kami dan Qutaibah ada tujuh perowi. Maka terjadilah al muafaqoh (persesuaian) dengan Bukhori pada gurunya, dengan diiringi ketinggian sanad.

 

2)      Al badal ( pengganti)

Al Hafidz berkataa : “yaitu kesampaiannya kepada sseorang guru dari guru penulis kitab itu. Contohnya  seperti jika kami memiliki sanad hadits tersebut dari jalur yang lain kepada Al Qo’nabi dari Malik, sehinnnngga dia menjadi pegganti dari Qutaibah.

 

3)      Al musawah (kesamaan)

a)      definisinya   

yaitu kesamaan jumlah sanad dari seorang rowi sampai kepada akhirnya dengan  sanad salah seorang penyusun suatu kitab.

b)      Contohnya

Al Haafidz berkata : “Seperti jika Imaam Nasai meriwayatkan sebuah hadits yang jumlah perowinya antara dia dengan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebanyak sebelas rawi. Kemduian kami memiliki sand hadits itu dengan sanad yang lain kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dimnana jumlah rawinya antara kami dengan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berjumlah sebelas juga. Jadi kami menyamai Imam Nasai dari sisi jumlah.

 

4)      Al mushofahah (jabat tangan)

Yaitu jika jika jumlah sanad kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam milik seorang rawi itu sama dengan murid penulis suatu kitab. Al hafidz berkata : “Dalam bentuk ini seolah-olah kami bertemu dengan Imam Nasai dan berjabatan tangan dengannya”.

 

c.       Ketinggian ditinjau dari sisi keterdahuluan wafatnya seorang rawi.

Contohnya :

Ibnus Solah berkata : “Contohnya adalah hadits yang aku riwayatkan dri seorang guru yang bercerita kepadaku dari seseorang dari Baihaqi Al hafidz dari Hakim Abu Abdillah Al Hafidz adalah lebih tinggi dari pada hadits yang aku riwayatkan dari seorang guru yang bercerita kepadaku dari seseorang dari Abu Bakar Abdillah bin Khalaf dari Hakim, walaupun kedua sanad itu sama jumlahnya. Karena Baihaqi lebih dahulu wafat daripada Ibnu Khalaf. Karena Baihaqi meninbggal pada tahun 485,sedangkan Ibnu Khalaf wafat pada tahun 487”.

Sebab ketinggian sanad itu adalah seperti yang dikatakan oleh As Sakhawi : “:Karena orang yang lebih dahulu meninggal itu lebih sedikit orang yang meriwayatakan darinya, dibanding dengan orang yang meninggal belakangan, yang banyak dipelajari oleh orang-orang yang suka dengannya.

 

d.      Ketinggian ditinjau dari sisi keterdahuluan mendegarkan hadit itu.

Ibnus Sholah berkata : “Seperti jika ada dua orang yang mendengar dari seorang guru yang sama. Yang satu mendengar sejak sebelum enam puluh tahun dan yang kedua mendengar sejak sebelum empat puluh tahun. Jika sana d kepada keduanya sama jumlahnya, maka sanad kepada orang pertama adalah lebih tinggi daripada sanad kepada orang kedua”.

 

B.     BANYAK (AL ISNAD AN NAZIL, YANG RENDAH)

1.      definisinya

yaitu sanad yang banyak jumlah rawinya.

 

2.      hukumnya.

Kadang-kadang hadits ini shahih, kadang-kadang hasan dan kadang-kadang dla’if.

 

3.      macam-macamnya.

Ada dua macam, yaitu kerendahan secara mutlak dan kerendahan secara nisbi. Bagian ini merupakan kebalikan dari macam-macam ketinggian  yang sudah dijelaskan di atas.

2 Tanggapan to “PELAJARAN KETUJUH – MUSTHOLAH HADITS”

  1. ahmad husam said

    maaf sebelumnya apa benar antum abdullah fauzi yang dari tegal???;))

  2. fauzi said

    bukan saya dari blitar dan sekarang menetap di sidoarjo. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: