Samudra Ilmu Agama Islam

Islam Rahmatan Lil 'Alamin

PELAJARAN KEDELAPAN – MUSHTHOLAH HADITS

Posted by Administrator pada 9 Mei 2009

HADITS DITINJAU DARI SISI SIFAT-SIFAT RAWI

A.     RIWAYATUL AQRON (PARA SAHABAT)

  1. أقْرَان   menurut bahasa adalah bentuk jamak dari : قَرِيْن , yaitu seseorang teman yang selalu bersama dengan temannya.
  2. Menurut istilah adalah dua orang sahabat dimana keduanya berdekatan pada umurnya dan sanadnya atau salah satu dari keduanya. Yang dimaksud dengan kedekatan umur itu adalah jika kelahiran mereka berdekatan waktunya. Dan yang dimaksud dengan kedekatan sanad adalah jika salah seorang dari keduanya meriwayatkan dari guru-guru sahabat yang lain.
  3. Definisinya adalah jika seorang sahabat itu meriwayatkan dari sahabatnya yang lain.
  4. contohnya adalah riwayat Sulaiman At Taimi dari Mas’ar bin Kaddam. Mereka berdua adalah sahabat. Tetapi kami tidak mengetahui Mas’ar meriwayaatkan dari At Taimi.
  5. kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah : Al Afnan fi riwayatil Aqron karya Ibnu Hajar

 B.     AL  MUDABBAAJ

  1. Menurut bahasa adalah merupakan bentuk isim maf’ul dari التَّدْبِيْجُ yang maknanya adalah penghiasan yang diambil dari kata : دِبَاجَتَيْ الْوَجْهِ yang maknanya adalah dua buah pipi. Nama ini digunakan karena sama dengan kedua buah pipi dalam hal kerataannya dan kesamaannya.
  2. contohnya adalah
    1. Aisayah dan Abu Hurairah saling meriwayatkan yang satu dari yang lainnya.
    2. Ahmad bin Hanbal dan Ali Al Madini saling meriwayatkan yang satu dari yang lainnya.
    3. kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah :
      1. Al Mudabbaj karya Ad Daruquthni
      2. At Ta’rij ‘alat tadbij karya Ibnu Hajar

 C.     RIWAYATUL AKABIR ‘ANIL ASHOGHIR

  1. Definisinya

Yaitu riwayat seseorang dari seseorang yang lebih rendah darinya, baik dari sisi umur atau dari sisi kedudukan atau kedua-duanya.

 Macam-macamnya

  1. Jika seorang rawi itu lebih tua umurnya daripada orang yang diriwayatkan darinya

Contohnya :

Riwayat Az Zuhri dan Yahya bin Sa’id dari Imam Malik.

2.  Jika seorang rawi itu memiliki kedudukan yang lebih tinggi dalam bidang ilmu dan hafalan daripada orang yang diriwayatkan darinya.

Contohnya :

1)      Riwayat ‘abadillah dari Ka’ab Al Ahbar

2)      Riwayat Imam Ahmad dan Ishaq bin Rahawerh dari guru mereka berdua, yaitu Ubaidillah bin Musa Al Aisi.

 3. Jika seorang rawi itu lebih tua umur dan lebih tinggi kedudukannya

Contohnya :

Riwayat Al Barqonbi dari Al Khothib Al Baghdadi

 Kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah : Ma rawaahul kibar ‘anis shighor wal abba’ ‘anil abna’ karya Abu Ya’qub Ishaq Al Warraq.

D.    RIWAYATUL ABA’ ‘ANIL ABNA’ (RIWAYAT BAPAK DARI ANAK)

  1. Definisinya adalah jika di dalam sebuah sanad itu ada seorang bapak yang meriwayatkan hadits dari anaknya.
  2. contohnya adalah hadits Wa’il bin Dawud dri anaknya, Bakr bin Wa’il da4ri Az Zuhri dari Anas dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa dia melakukan walimah ketika menikah dengan Shofiyah dengan sawiq dan korma.
  3. kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah : riwayatul aba’ ‘anil abna’ karya Al Khothib Al Baghdadi.

 E.     RIWAYATUL ABNA’ ‘ANIL ABA’

  1. Definisinya adalah jika di dalam sanad sebuah hadits itu ada seorang rawi yang meriwayatkan dari bapaknya atau dari bapaknya dari kakeknya.
  2. ini dibagi menjadi dua macam, yaitu :
    1. riwayat seorang rawi dari bapaknya saja, seperti riwayat Salim bin Abdullah bin Umar dari bapaknya.
    2. Riwayat seorrang rawi dari bapaknya dari kakeknya, seperti riwayat Bihz bin Hukaim dari bapaknya dari kakeknya dan riwayat Amru bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya.

 3. kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah :

  1. Riwayatul abna’ ‘anil aba’ karya Abu Nashr Al Wa’ili
  2. Juz’u man rawa ‘an abihi ‘an jaddihi karya Ibnu Abi Khoitsamah.

 F.      AS SABIQ WAL LAHIQ (YANG TERDAHULU DAN YANG KEMUDIAN)

  1. Definisinya

Menurut bahasa adalah sesuatu yang terdahulu dan sesuatu yang kemudian. Yang dimaksud di sisni adalah yang terdahulu wafat dan yang kemudian wafatnya.

Munurut istilah adalah mengenal diriwayatkan oleh dua orang dan kematian mereka berdua berbeda waktu yang jauh.

 contohnya

Imam Malil diriwayatkan oleh Az Zuhri dan Ahmad bin Isma’il As Sahmi. Dan selang waktu kematian keduanya adalah 135 tahun. Karena Az Zuhri meninggal pada tahun 124 sedangkan As Sahmi meninggal pada tahun 259. maka yang terdahulu adalah Az Zuhri dan yang kemudian adalah As Sahmi.

 Kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah : As Sabiq wal lahiq karya Al Khothib Al Baghdadi

 G.    MENGENAL SAUDARA-SAUDARA LAKI-LAKI DAN SAUDARA-SAUDARA PEREMPUAN

  1. Manfaatnya adalah untuk menghindarkan dugaan seseorang yang bukan bersaudara itu dianggap sebagai saudara ketika nama bapaknya sama.
  2. contohnya adalah Abdullah bin Dinar dan Amru bin Dinar. Orang yang tidak mengerti menyangka bahwa kedua orang itu adalah saudara, padahal keduanya bukan saudara, wlauapun nama bapaknya adalah sama.
  3. contoh-contohnya
    1. Contoh dua orang saudara

1)      Dari sahabat adalah Amru bin Ash dan Hisyam bin Ash; dan Umar bin Al Khatab dan Zaid bin Al Khatab.

2)      Dari tabi’in adalah Amru bin Syurahbil dan Arqom bin Syurahbil.

 2. Contoh tiga saudara adalah Ali Ja’far dan Uqail, putra-pura Abu Thalib.

 3. Contoh empat saudara adalah Suhail bin Abu Sholih As Siman Az Ziyat dan saudara-saudaranya, yaitu Abdullah, Muhammad dan Sholih.

 4. Contoh lima saudara adalah Adam, Imran, Muhammad, Sufyan dan Ibrahim, putra-putra Uyainah.

 5. Contoh enam saudara adalah Muhammad, Anas, Yahya, Ma’bad, Hafshoh dan Karimah, putra-putra Sirin.

 7. Contoh tujuh saudara adalah Ma’qil, Uqoil, Suwaid, Sinan, Abdurrahman dan Abdullah, putra-putra Muqrin.

 Kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah :

  1. kitabul Ikhwah karya Abul Abbas As Siraj
  2. kitabul Ikhwah karya Al Mutharrif Al Andalusi.
  3. Ali bin Al Madidi, Muslim, Abu Dawud dan Nasai juga menyusun kitab tentang hal ini.

 H.    MENGENAL ORANG YANG DIABAIKAN (AL MUHMAL)

  1. Definisinya

Menurut Bahasa

Yaitu bentuk isim maf’ul dari : أهْمَلَ يُهْمِلُ إهْمَالاً فَهُوَ مُهْمَلٌ yang seseorang yang ditingalkan dan tidak digunakan.

 Menurut istilah

Yaitu jika seorang rawi meriwayatkan dari dua orang yang sama namanya saja atau sama namanya dan nama bapaknya atau sama namanya, nama bapaknya dan nama kakeknya atau sama namanya, nama bapaknya, nama kakenya dan nisbatnya dan masing-masingnya tidak dapat dibedakan.

 Apakah pengabaian itu mengurangi nilai hadits ?

Jika kedua rawi itu tsiqoh, maka pengabaian itu tidak mengurangi nilai hadits itu. Sedangkan jika salah satunya tsiqoh dan yang lainnya dla’if, maka hal itu mengurangi niulai hadits itu, karena tidak dapat dibedakan antara keduanya.

 contohnya

  1. Yang keduanya tsiqoh

Bukhari berkata : “Ahmad bercerita kepada kami, dia berkata : Abdullah bercerita kepada kami”. Perkatannya : “Ahmad bercerita kepada kami” adalah seorang rawi yang muhmal, karena bisa jadi maksudnya adalah Ahmad bin Sholih dan bisa jadi Ahmad bin Isa. Dan keduanya adalah tsiqoh.

 2. Yang salah satunya tsiqoh dan yang lainnya dla’if

Seperti perkataan seorang rawi : “Sulaiman bin Dawud bercerita kepada kami”. Maka bisa jadi maksudnya adalah Al Khoulani yang tsiqoh atau Al Yamami yang dla’if.

 Kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah :

Al Mukammal fi bayaanil muhmal karya Al Khothib Al Baghdadi.

 I.       AL MUSALSAL (YANG BERANTAI)

  1. Definisinya
    1. Menurut bahasa adalah bersambungnya sesuatu dengan sesuatu yang lainnya.
    2. Menurut istilah adalah beruntunnya para rawi sanad pada suatu sifat tertentu atau keadaan terrtentu, baik pada para rawinya atau pada hadits yang diriwayatkannya.

 2. Macam-macamnya

  1. Musalsal keadaan rawinya

Contonya adalah hadits Anas secara marfu’ : “Seorang hamba itu tidak dapat menemukan manisnya iman, sampai dia beriman kepada takdir, baik yang baik maupun yang buruk dan yang manis maupun yang pahit”. Dia berkata : “Dan Rasululullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memegang jenggotnya sambil berkata : “Aku beriman kepada takdir”. Diriwayatkan oleh Hakim di dalam kitab Ma’rifatu ulumil hadits. Hadits ini adalah musalsal, karena para rawinya memegang jenggotnya masing-masing sambil berkata : “Aku beriman kepada takdir”.

 2. Musalsal sifat rawinya

Hadits musalsal pada ahi fiqih. Bukhari meriwayatkan dari jalur Hammad bin Zaid, Ayyub bercerita kepada kami dari Nafi’ dari Ibnu Umar secara marfu’ : “Dua orang penjual dan pembeli itu boleh melakukan khiyar (memilih) selama keduanya belum berpisah atau salah satu dari keduanya berkata kepada yang lainnya : “Pilihlah”.

 3. Musalsal sifat hadits yang diriwayatkannya

Seperti musalsal setiap hadits itu didengar langsung di mana setiap rawinya berkata : “Aku mendengar fulan berkata : “Aku mendengar fulan berkata : “Aku mendengar fulan berkata “. Demikian sampai akhir sanad. Dan seperti jika hadits musalsal diceritakan atau diberitakan.

4. Kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah :

  1. Al Musalsalat karya Isma’il At Taimi
  2. Al Ahadits Al musalsalah karya Muhammad bin Abdul Wahid Al Maqdisi
  3. Al Musaalsalat Al Kubra karya As Suyuthi
  4. Jiyadul Musalsalat karya Al Khothib Al Baghdadi

 J.      AL MUTTAFAQ WAL MUFTAROQ (YANG BERSESUAIAN DAN YANG BERBEDA)

  1. Definisinya adalah jika nama-nama rawi hadits itu sama dan demikian juga nama bapak-bapaknya, demikian seterusnya ke atas, baik tulisan maupun bacaannya, sedangkan orang-orangnya adalah berbeda.
  2. Contohnya adalah :

Al Kholil bin Ahmad. Mereka adalah enam orang, yaitu :

  1. An Nahwi Al Bashri
  2. Abu Bisyr Al Mizzi
  3. Al Ashbahani
  4. As Sajzi
  5. Al Bisti Al Mahlabi
  6. Asy Syafi’i

 Perbedaannya dengan al muhmal adalah bahwa Al Muttafaq dan al muftaraq itu ditakutkan dua orang itu disangka hanya seorang saja sedangkan al muhmal itu ditakutkan satu orang disangka dua orang

 Kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah :

  1. Kitabul muttafaq wal muftaraq karya Al Khothib Al Baghdadi
  2. Al Ansab al muttafaqoh karya Muhammad bin Thahir Al Maqdisi

 K.    AL MU’TALAF DAN AL MUKHTALAF

  1. Definisinya adalah jika nama-nama atau kunyah-kunyah atau gelar-gelkar atau nisbah-nisbah itu sama tulisannya dan berbeda membacanya
  2. Contohnya
    1. سَلاَم   dan سَلاَّم  (Yang pertama tanpa tasydid)
    2. مِسْوَر  daan مُسَوِّر 
    3. الْبَزَاز  dan الْبَزَار

 Kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah :

  1. Musytabihul asma’ karya Abdul Ghoniy bin Sa’id
  2. Musytabihun nisbah karya Abdul Ghoniy bin Sa’id
  3. Al Musytabih minar rijal karya Adz Dzahabi
  4. Tabshirul muntabih bi tahriril musytabih karya Ibnu Hajar

 L.     AL MUTASYABIH (YANG SERUPA)

  1. Definisinya adalah jika nama-nama rawi itu sama tulisannya dan nama-nama bapaknya berbeda pengucapannya dan sama tulisannya atau sebaliknya atau jika nama rawi dan bapaknya itu sama tulisan dan pengucapanya tetapi nisbatnya berbeda.

 contohnya :

  1. مُحَمَّد بْنُ عَقِيْل  daan مَحَمد بْنُ عُقَيْل   . Yang pertama adalah An Naisaburi dan yang kedua adalah Firyabi.
  2. محّمد بْنُ عبد الله الْمخْرَمِيّ   dan محمد بْنُ عبد الله الْمِخْرَمي  . Yang pertama adalah nisbat kepada Al Mukhorrom, yaitu suatu tempat di Baghdad dan yang kedua adalah nisbat kepada Mikhromah.

 Kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah :

Kitabut talkhisil mutasyabih fir rasmi wa himayatu ma asykala minhu ‘an bawadirit tashhif wal wahmi karya Al Khothib Al Baghdadi

 M.  MENGENAL ORANG-ORANG YANG DISEBUTKAN DENGAN NAMA-NAMA DAN SIFAT-SIFAT YANG BERBEDA-BEDA

  1. Contohnya adalah Muhammad bin Sa’ib Al Kalbi. Kadang-kadang beberapa raei menamainya dengan Hammad bin Sa’ib. sebagian dari mereka menyebutkan kunyahnya Abun Nadlr dan sebagain yang lain menyebutkan kunyahnya Abu Sa’id dan yang lain menyebutkan kunyahnya Abu Hisyam. Sebagian dari mereka menisbatkannya kepada kakeknya dengan mengatakan Muhammad bin Bisyr.

 Kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah :

  1. Al Isykal karya Abul Ghoniy bin Sa’id
  2. Muwadlihu auhamil jam’I wat tafriq karya Al Khothib Al Baghdadi

 N.    MENGENAL ORANG-ORANG YANG DIKENAL DENGAN KUNYAH-KUNYAH MEREKA

  1. Yaitu mengenal ornag yang lebih dikenal dengan kunyahnya, sehingga masing-masingnya dapat dikenal namanya yang tidak masyhur itu.
  2. diantara faedah mengetahuinya adalah agar satu orang itu disangka dua orang. Karena kadang-kadang seorang rawi tu masyhur dengan kunyahnya, sehingga dia disebut dengan kuntah itu. Dan pada saat yang lain dia disebutkan namanya yang tidak masyhur. Sehingga menjadi tidak jelas bagi orang yang tidak mengetahuinya sehingga dia menyangka ada dua orang yang meriwayatkan hadits itu.
  3. Macam-macamnya
    1. Orang yang dikenal dengan namanya dan dia memiliki kunyah

Contohnya : Thalhah bin Ubaidillah dan Abdurrrahman bin Auf serta Hasan bin Ali. Kunyah masing-masing mereka adalah Abu Muhammad.

 2. Orang yang dikenal dengan kunyahnya, bukan dengan namanya

Contohnya : Abu Idris Al Khoulani. Namanya adalah ‘Aidzullah bin Abdullah

 3. Yang dikenal dengan nama dan kunyahnya

Ini dibagi dua, yaitu :

                                                                   1).          Orang yang tidak memiliki kunyah selain kunyah yang menjadi namanya seperti Abu Bilal Al Asy’ari. Namanya adalah kunyahnya.

                                                                   2).          Orang yang memiliki kunyah yang lain selain kunyah yang menjadi namanya, seperti Abu Bakar bin Abdur Rahman. Namanya adalah Abu Bakar dan kunyahnya adalah Abu Abdir rahman.

 4. Orang yang diperselisihkan kunyahnya atau namanya

Contohnya :

                                                                   1).          Usamah bin Zaid. Tidak ada perbedaan pada namanya tetapi kunyahnya diperselisihkan. Ada yang mengatakan Abu Zaid. Ada yang mengatakan Abu Muhammad dan ada yang mengatakan Abu Khorijah.

                                                                   2).          Abu Hurairah. Tidak ada perbedaan pada kunyahnya. Tetapi namanya diperselisihkan.

 5. Orang yang diperselisihkan nama dan kunyahnya.

Contohnya adalah Saif, seorang maul Rasululullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Namanya diperselisihkan. Ada yang mengatakan Umair, ada yang  mengatakan Sholih dan ada yang mengatakan Mahran. Dan kunyahnya juga diperselisihkan. Ada yang mengatakan Abu Abdirrahman dan ada yang mengatakan Abul Bukhturi.s

 6. Orang yang dikenal dengan nama dan kunyahnya dan keduanya tidak diperselisihkan

Contohnya :

                                                                   1).          Abu Bakar Ash Shiddiq. Namanya adalah Abdullah

                                                                   2).          Ahmad bin Hanbal. Kunyahnya adalah Abu Abdillah

 7. Orang yang banyak kunyahnya

Contohnya Ibnu Jurairj. Dia memiliki dua buah kunyah, yaitu Abul Walid dan Abu Khalid

 8. Orang yang dikenal dengan kunyahnya dan tidak diketahui apakah dia memiliki nama atau tidak

Contohnya adalah Abu Unas, yaitu seorang sahabat

 9. Orang yang namanya sama dengan kunyah bapaknya

Contohnya Abu Ishaq Ibrahim bin Ishaq Al Madani

 Kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah :

Kitabul Kuna wal Asma’ karya Ad Daulabi

 O.    GELAR-GELAR

  1. Definisi Gelar (Laqob)

Yaitu suatu sifat yang menyiratkan suatu kemuliaan atau kerendahan atau suatu kata yang menunjukkan pujian atau celaan.

 Manfaat mengetahuinya

  1. Tidak menyangka bahwa gelar-gelar itu adalah nama

Tidak menganggap seseorang yang kadang-kadang disebutkan dengan namanya dan kadang-kadang disebutkan dengan gelarnya itu sebagai dua orang, padahal dia adalah satu orang saja.

2. Mengetahui sebab dia digelari dengan gelar tersebut. Dengan demikian diketahuilah maksud sebenarnya dari gelar itu yang kebanyakan berbeda dengan makna dhahirnya.

 Contoh-contohnya

  1. Adl Dlal (Yang sesat), yaitu gelar bagi Mi’awiyah bin Abdul Karim. Dia digelari dengan delar ini karena dia tersesat waktu pergi ke Makkah
  2. Adl Dlo’if (Yang lemah), yaitu gelar bagi Abdullah bin Muhammad Ath Thurthusi. Dia digelari dengan gelar ini karena tubuhnya lemah, bukan haditsnya yang lemah.
  3. Ghunjar, yaitu gelar bagi Isa bin Musa At Taimi, karena pipinya kemerah-merahan.

 Kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah :

  1. Nuzhatul Albab karya Ibnu Hajar.
  2. Kasyfun Niqob karya Ibnul Jauzi

 P.      ORANG-ORANG YANG DINISBATKAN KEPADA SELAIN BAPAK-BAPAK MEREKA

  1. Ini dibagi menjadi berbacam-macam, yaitu :
    1. Orang yang dinisbatkan kepada selain bapaknya, seperti Al Miqdad bin Al Aswad. Dia dinisbatkan kepada Al Aswad Az Zuhri. Karena dia mengadopsinya pada masa jahiliyah. Tetapi sebenarnya dia adalah Al Miqdad bin Amru
    2. Orang yang dinisbatkan kepada ibunya, seperti Ibnu Aliyah. Yaitu Isma’il bin Ibrahim bin Muqsim. Dia adalah seseorang yang tsiqoh. Dan Aliyah adalah nama ibunya.
    3. Orang yang dinisbatkan kepada kakeknya, seperti Muhammad bin As Sa’ib bin Bisyr Al Kalbi. Kadang-kadang dia dinisbatkan kepada kakeknya, Bisyr.
    4. Orang yang dinisbatkan kepada sesuatu yang tidak dapat segera dipahami, seperti Kholid Al Khaddza’ (pembuat sepatu). Dzahirnya adalah bahwa dinisbatkan kepada pekerjaan itu atau pedagang sepatu. Tetapi tidak demikian. Dia hanya sering berteman dengan mereka.

 Kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah :

  1. Al Ansab karya As Sam’ani
  2. Al Lubab fi Tahdzibil Ansab karya Ibnul Atsir Al Jazari.

 Q. MENGENAL ORANG-ORANG YANG YANG SENDIRIAN NAMA, KUNYAH DAN GELARNYA DIANTARA PARA SAHABAT, PARA RAWI DAN PARA ULAMA.

  1. Definisinya adalah jika seorang sahabat atau rawi atau ulama itu memiliki suatu nama atau kunyah atau gelar yang tidak ada orang yang lain yang sama dengannya.
  2. Manfaat mengetahuinya adalah menghindarkan diri dari perubahan pada nama atau kunyah atau gelar itu, karena jarang disebutkan oleh lisan.
  3. Macam-macamnya
    1. Orang-orang yang sedirian namanya, seperti Shoda bin ‘Ajlan, Sandar Al Khoshiy, Syakl bin Humaid Al ‘Abasi yang semuanya adalah dari sahabat. Dan selain sahabat adalah AAAd Dujain bin Tsabit dan Dluraib bin Nuqoir.
    2. Orang-orang yang sendirian kunyahnya, seperti Abul ‘Asyra’ Ad Darimi. Namanya adalah usamah bin Malik; Abul Hamra’, seorang maula Rasululullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Namanya adalah Hilal bin Al Harits.
    3. Orang-orang yang sendirian gelarnya, seperti Safinah, seorang maula Rasululullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Namanya dan kunyahnya diperselisihkan; Sahnun, pengarang kitab Al Mudawwanah. Namanya adalah Abdus Salam.

 Kitab-kitab yang disusun tentang hal ini adalah :

Kitaabul Asma’ Al Mufradah karya Ahmad bin Harun Al Baruji.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: