Samudra Ilmu Agama Islam

Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Nama Allah Yang Agung

Posted by Administrator pada 19 Mei 2009

Pertanyaan dari Sudarmawan

assalamualaikum, ust, dalam pengantar doa, kita dianjurakan membaca “ismul A’dhom”(nama Allah yang agung) dimana kalo dibaca, doa bisa mustajab. ana brtanya tentang lafatnya yang bener gimana. “allahumma inni as’aluka bianna lakal hamda (dal di fathahkan) laa ilaha illa anta al mannaan…dst,atau alahumma inni as aluka bianna lakal hamdu (dal di dhommahkan), karena dua-duanya ana pernah membaca. gmn dari segi nahwunya. Syukran. Af1.

Jawab.

Bismillah, walhamdulillah, washolatu was salamanu ‘ala rasulillah wa’ala ‘alihi wa ashhabihi wa man waalaah.

Terima kasih atas pertanyaannya kembali. Diantara sebab cepatnya dikabulkan do’a kita oleh Allah adalah kita menyebut nama-Nya yang mulia ( Al Ismul A’dzom), seperti yang disebutkan dalam hadits berikut ini :

عَنْ أَنَسٍ أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- جَالِسًا، وَرَجُلٌ يُصَلِّى ،ثُمَّ دَعَا : اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، الْمَنَّانُ ،بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ ، يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى »

Diriwayatkan dari Anas radliallaahu ‘anhu bahwa dia duduk bersama dengan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan ada seorang laki-laki yang sedang shalat, kemudian dia berdo’a : “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dengan bahwa bagi-Mu adalah segala pujian, tidak ada tuhan selain Engkau, Yang Maha Memberi, Yang Menciptakan lagit dan bumi, Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan keutamaan, Wahai Dzat yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri”. Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata :”Dia telah berdo’a dengan menyebut nama Allah yang mulia, di mana jika ada seseorang berdo’a dengan nama itu, maka Dia akan mengabulkan dan jika dia meminta dengannya, maka Dia akan memberi”.

Hadits ini diriwayatkan oleh : Abu Dawud, II/168, no. 3858 (Syeikh Al Albani berkata : “Shahih”); An Nasa’I, III/52, no. 1300 (Syeikh Al Albani berkata : “Shahih”); Ibnu Majah, XI/464, no. 3991; Ahmad, XXVI/479, no. 12946.

Dalam riwayat lain disebutkan terjadi dialog antara Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan para sahabat yang duduk bersama dengannya tentang apa yang dilakukan oleh orang laki-laki itu dan mereka mengatakan bahwa Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.

Dalam riwayat yang lain disebutkan ungkapan Al Ismul A’dzom.

Adapun lafadz do’a yang benar adalah seperti apa yang saya tulis di atas, yaitu dengan membaca fathah pada huruf dal. Karena kedudukan kata الحمد dari sisi nahwu (tata Bahasa Arab) adalah sebagai isim إنّ  yang disebutkan sebelumnya, di mana dia harus dibaca dengan nashab. Karena kata الحمد itu berbentuk tunggal (mufrad), maka tanda baca nashabnya adalah dengan fathah.

Saya sendiri juga menemukan dalam beberapa referensi yang saya miliki ditulis dengan harakat dommah pada huruf dal. Ini adalah salah, karena bertentangan dengan kaidah tata bahasa Arab. Bisa jadi penulis harakat dalam hal ini teringat bacaan Surat Al Fatihah yang memang dibaca dengan dlommah, kemudian dia membayangkan bahwa pada hadits ini pun juga sama, dibaca dengan dlommah juga. Padahal dia lupa bahwa pada hadits ini terdapat huruf إنّ sebelumnya, yang tentu saja membedakan antara dua buah bacaan yang ada.

Ada hadits yang lain yang juga menerangkan tentang bacaan yang ketika dibaca, maka Allah akan mengabulkan do’a hamba-Nya, yaitu :

 

عن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سَمِعَ رَجُلاً يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ أَنِّى أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِى لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ. فَقَالَ « لَقَدْ سَأَلْتَ اللَّهَ بِالاِسْمِ الَّذِى إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى وَإِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ »

Diriwayatkan dari Abdullah bin Buraidah dari bapaknya bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mendengar seorang laki-laki yang berkata : “Ya Allah, aku meminta kepada-Mu bahwa aku besaksi bahwa Sesungguhnya Engkau tidak ada tuhan selain-Mu, Yang Maha Satu, Yang sebagai tempat bergantung, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan serta tiada seorangpun yang sepadan bagi-Nya”. Maka dia berkata : “:”Dia telah berdo’a dengan menyebut nama Allah yang mulia, di mana jika ada seseorang berdo’a dengan nama itu, maka Dia akan mengabulkan dan jika dia meminta dengannya, maka Dia akan memberi”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, V/515, no. 3474 (Syeikh Al Albani berkata : “Shahih”); Turmudzi, XII/439, no. 3812 dan dia berkata : “Hadits Hasan Gharib”. Ibnu Hajar juga menyebutkan hadits ini di dalam Kitab Bulughul Maram, hal. 603 dan dia berkata : “Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Empat dan dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban”.

Karena kedua hadits itu sama-sama shahih, maka kedua-duanya dapat diamalkan, baik secara bersama atau secara terpisah-pisah.

Sekian, semoga jawaban ini ada guna dan manfaatnya.

Wasalamu’alakum warahmatullaahi wabarakaatuh

Satu Tanggapan to “Nama Allah Yang Agung”

  1. subhanallah… menambah keimuan dan wawasan kita. trimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: