Samudra Ilmu Agama Islam

Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Awas Vaksin dari Bahan Haram

Posted by Administrator pada 27 April 2009

Belum hilang heboh beberapa hari yang lalu berkenaan dengan ditemukannnya dendeng dan abon yang mengandung babi, sekarang ditemukan lagi vaksin yang juga dibuat pada tubuh hewan yang telah jelas diharamkan oleh Agama Islam ini, yaitu pada tubuh babi.

Pada Hari Jum’at, 24 April 2009 Republika Online merilis sebuah berita yang cukup menghebohkan, yaitu ditemukannya vaksin meningitis (anti radang otak) yang disuntikkan kepada para calon jema’ah haji yang mengandung  enzim porchin dari binatang babi.

Ini cukup menyedihkan, mengingat vaksin ini disuntikkan kepada seserang yang akan melaksankan ibadah haji ke tanah suci, yang ingin berdo’a di tempat yang dimustajabkan oleh Allah dan mengikuti sunnah yang sudah turun temurun dilaksankan sejak Nabi Ibrahim alaihis salam. Bagaiamana mungkin ibadah hajinya akan mabrur dan do’anya akan terkabul jika di dalam tubuhnya ada zat yang diharamkan oleh Allah ? Tidakkan pemerintah sebagai penguasa tidak takut akan tanggung jawab yang akan ditanyakan kepada Allah nanti di akhirat kelak ?

Bahkan sudah hampir satu tahun yang lalu hidayatullah.com menyebutkan bahwa vaksin dari bahan haram itu tidak hanya ditemukan pada vaksin meningitis saja, bahkan hampir di semua jenis vaksin yang ada. Vaksin-vaksin itu dibuat pada kera, babi atau bahkan pada mayat bayi yang meninggal beberapa saat setelah dilahirkan. Di situs ini ditulis bahwa deadline vaksin haram sudah berakhir pada tahun 2008dan pada 2009 pemerintah sudah harus bisa membuat vaksin yang halal.

Berarti selama ini, pemerintah memproduksi vaksin yang haram dan memberikan obat haram ini kepada ummat Islam di negeri ini ?

Untuk membaca berita tersebut secara lengkap klik pada link di bawah ini :

  1. Republika.co.id
  2. Hidayatullah.com

Mengapa di negeri yang mayoritas muslim ini sulit menemukan obat-obatan yang benar-benar halal ? Sudah tidak adakah ? Atau sudah matikah hati nurani ? Sehingga ummat ini kalau sakit atau dicegah penyakitnya, harus menggunakan bahan yang diharamkan.

Lihatlah, hampir semua obat batuk cair mengandung alkohol, padahal khasiat alkohol dalam hal ini masih sangat diragukan. Memang ada yang mengatakan bahwa jika alkohol itu hanya sekitar 2 % saja, maka tidak apa-apa alias halal, dengan alasan karena hampir semua makanan yang ada di dunia ini, nasi, buah-buahan dan yang lainnya mengandung unsur alkohol di dalamnya dalam jumlah yang kecil. Tetapi bukankah tidak sama hukumnya antara alkohol yang masih asli ada di alam dan alokohol yang sudah merupakan produk olahan. Lihat tulisan saya sebelumnya tentang Alkohol dan Biogas Najis ?

6 Tanggapan to “Awas Vaksin dari Bahan Haram”

  1. suaradunia said

    logika yang dipakai pembuat vaksin seperti biofarma, pembuatan vaksin seperti proses pengolahan air pam dari sungai yang penuh dengan berbagai kotoran. Setelah pemurnian maka kotoran itu bisa bersih dan tidak pernah dipermasalahkan halal atau haramnya.

    kewaspadaan memang perlu, pertanyaan berikutnya adalah perlukah bayi itu divaksin?

  2. fauzi said

    pertanyaan selanjutnya jika teknologi mampu memisahkan antara zat yang halal dan yang haram pada binatang yang jelas diharamkan seperti babi, apakah ia menjadi halal ?. Saya kira perlu dibedakan antara logika air pam dan vaksin. Pengolahan air pam itu adalah untuk memisahkan air yang asalnya suci, kemudian bercampur najis, dan kemudian menjadi suci lagi. Tetapi tidak ada satupun ulama yang menyatakan jika anda mengumpulkan air kencing orang sekampung, kemudian diproses dan akhirnya menjadi suci kembali. Karena air kencing itu memang sudah najis dari sananya sama dengan bangkai kera, mayat babi yang menjadi induk persemaian bibit vaksin itu. Mengapa sarana yang jelas haram ini digunakan, sementara sarana yang halal lain masih banyak ??

  3. sosiaL said

    menurut aku, klo mank itu tidak membawa musibah (penyakit) malah vaksin itu membuat orang menjadi sehat, mengapa perlu dipersoalkan haram ato halal…toh itu juga sudah melalui suatu proses…

  4. fauzi said

    Islam membedakan antara proses yang bersifat alamiah dan peroses yang ada campur tangan manusia, liatlah khamar misalnya. kalau dia menjadi cuka karena proses alamiah, maka ia menjadi halal, tapi kalau ada campur tangan manusia di dalamnya, maka ia tetap haram. Tidak semua hal dilihat dari hasilnya, tetapi proses juga penting, dan kedua-duanya harus halal. Lihatlah orang yang mencuri untuk tujuan membantu orang-orang fakir. pencurian itu ya tetap pencurian, haram dan pelakunay dihukum. tidak semua tujuan yang mulia berarti otomatis sarana yang dipakai juga mulia. ini yang harus diperhatikan

  5. […] Komentar Pengunjung fauzi di DOWNLOAD GRATIS fauzi di PELAJARAN KEDUA – USHUL F… fauzi di Download Murattal Qiro’a… abas di DOWNLOAD GRATIS kangali di PELAJARAN KEDUA – USHUL F… Yahdi di Download Murattal Qiro’a… fauzi di Awas Vaksin dari Bahan Ha… […]

  6. […] membacan posting ini, terlebih dahulu posting saya sebelumnya Awas Vaksin Dari Bahan Haram. Dan setelah melalui kajian dan diskusi yang panjang, akhirnya Majlis Ulama Indonesia mengharamkan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: