Samudra Ilmu Agama Islam

Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Menentukan Arah Kiblat dari Indonesia

Posted by Administrator pada 23 Maret 2009

Pertanyaan dari Mas Robin

Assalamu’allaikum wr wb
ustad saya ingin menanyakan arah kakbah klo dari surabaya/ indonesia itu menyerung kemana? apakah arahnya itu ke barat pas atau sedikit menyerung ke kanan atau ke ke kiri?
klo melihat dari peta dunia arahnya si sedikit menyerong ke kanan.
atas bimbingannya saya ucapkan banyak terima kasih.
wassammualaikum wr.wb

Jawab

Bismillah walhamdulilah washholatu wassalamu ‘ala rasulillah wa ‘ala aalhi wa ash-habihi wa man waalaahu.

Terima kasih kepada Mas Robin yang tidak bosa-bosan untuk mengunjungi blog ini dan bertanya serta tidak lupa memberikan komentar yang semuanya baik. Semoga semua bermanfaat dan berkah.

Tetapi mohon ma’af kalau jawaban yang saya berikan kadang tidak secepat yang diinginkan. Karena hanya menungu waktu-waktu luang di sela-sela mengajar untuk mengurus blog ini. Tapi insya Allah saya tidak akan bosa-bosan untuk menjawab semua pertanyaan yang masuk.

Menghadap ke arah Kiblat adalah merupakan salah satu rukun shalat yang disepakati oleh seluruh ulama Islam. Ini karena adanya perintah yang tegas dari Al Qur’an, yaitu pada Surat Al Baqoroh : ayat  : 144 yang artinya : “Dimanapun kamu berada, maka arahkanlah wajahmu ke tengah-tengah masjidil Haram”.

Berkenaan dengan ayat ini para ulama ada yang berpendapat keras dan ada yang lunak. Pendapat jenis yang pertama mewajibkan setiap ummat Islam untu menghadap persis ke arah masjidil haram, yaitu kepada diri masjidil haram itu sendiri (maksudnya ke Ka’bah). Kemudian pendapat jenis kedua mencukupkan diri untuk menghadap ke “arah” masjidil haram, walaupun tidak benar-benar tepat menghadap ke arahnya. Tetapi seluruh ummat Islam sepakat selama Ka’bah berada dalam jangkauan pandangan mata, maka menghadp persis ke arahnya adalah wajib.

Menghadap ke arah Ka’bah ini memiliki sejarah tersendiri. Yaitu berkenaan dengan sebuah peristiwa yang dilami oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sendiri. Cerita ini disebtkan oleh banyak hadits yang shahih, yang diantaranya diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Karena cerita ini memang fakta yang shahih dan sudah sangat masyhur, saya tidak perlu menyebutkan para perawinya.

Inti dari riwayat itu adalah bahwa ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam  masih berada di Makkah, maka ketika shalat, beliau menghadap ke arah utara, sehingga Ka’bah ada di hadapan beliau, sekaligus beliau juga menghadap ke arah Baitul Maqdis. Ketika beliau sudah berhijrah ke Madinah, beliau tidak mungkin melakukan hal itu. Karena Baitul Maqdis ada di sebelah utara Madinah dan Makkah berada di sebelah selatannya. Kalau menghadap ke salah satunya akan membelakangi yang lainnya. Maka beliau -sesuai dengan perintah Allah- menghadap ke arah Baitul Maqdis, padahal beliau sangat ingin menghadap ke Ka’bah, sebagai rumah pertama yang dibangun untuk beribadah untuk manusia. Kemudian setelah berlalu sekitar tujuh belas bulan, maka dtanglah perintah kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk mengahadap ke arah Baitullah (Ka’bah) di masjidil Haram di Makkah.

Kemudian orang-orang kafir dan orang-orang Yahudi dan Nashrani mencela Rasuullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang dia lakukan. Inilah yang diceritakan oleh Allah di dalam Al Qur’an pada awal Juz kedua dari Surat Al Baqoroh. Kita bisa membaca cerita itu dengan jelas dan detail tentang permasalahan yang ada ini.

Pada ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang yang bodoh akan senantiasa mepertanyakan sebab kaum muslimin berpaling dari Kiblat mereka sebelumnya. Redaksi ayat Al Qur’an ini cukup menarik, karena paling tidak dua hal :

  1. ayat Al Qur’an menyebut mereka yang mempertanyakan itu dengan dengan sebutan as sufaha’ bermakna orang yang tidak mampu menggunakan sesuatu yang dimilikinya untuk mencapai maksud yang sebanarnya dari sesuatu itu. Ini berbeda dengan al juhala’ yang berarti orang yang bodoh, yang tidak berilmu. Tetapi ungkapan dengan kata as sufaha’ itu menunjukkan bahwa mereka bukan orang yang tidak berilmu, tetapi bisa jadi mereka itu akademis atau bahkan profesor doktor, tetapi pengetahuan yang mereka miliki tidak mampu mengantarkan mereka kepada kebenaran yang sebenarnya.
  2. penggunakan fi’il mudlari’ dalam ayat ini menunjukkan adanya aktifitas yang senantiasa berlangsung. Di dalam Bahasa Arab kalau kita hendak mengungkapkan kegitan yang kita lakukan sehari-hari, maka kita harus mengguankan fi’il mudlari’. Jadi artinya bahwa sikap mempertanyakan mereka itu senantiasa akan berlangsung dan berlangsung secara terus menerus. Sejak dahlu ulama-ulama kita sudah menjelaskan, tetapi mereka akan selalu mempertanyakan terus menerus, seolah-olah mereka tidak pernah puas dengan pertanyaan itu atau tidak mengerti penjelasan ulama-ulama kita.

Nah, kita yang di Indonesia, ketika shalat tentunya menghadap agak menyorong sedikit ke kanan, ke arah utara. Setahu saya semua masjid di Indonesia-wallaahu a’lam kalau ada yang tidak demikian- ketika membuat pertama kalinya selalu diarahkan ke kiblat. Kalau masjid itu dibangun di dalam gedung yang tidak mungkin dibangun searah dengan kiblat, di sana selalu ada petunjuk mana arah kiblat itu berada. Jadi kita tidak perlu khawatir di sini, hanya perlu berhati-hati saja untuk menentukan arah kiblat yang benar.

Untuk mengetahui secara detail arah kiblat yang benar, bisa dilakukan beberapa cara, misalnya dengan menggunakan sajadah yang di bagian atasnya sudah dilengkapi dengan kompas yang menunjukkan arah kiblat. Sajadah ini mudah kita temukan di pasar-pasar.

Kedua : bisa mengunjungi blog-blog berikut ini untuk mengetahu arah kiblat dengan google maps atau dengan sofware :

  1. http://watung.org/2008/07/29/arah-kiblat-dengan-google-maps/
  2. http://agorsiloku.wordpress.com/2006/11/27/arah-kiblat-yang-benar-benar-akurat/
  3. http://rukyatulhilal.org/qiblalocator/

Yang terakhir ini sangat mudah sekali mengguanakannya. Karena berbentuk sofware. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada pembuatnya. Kita cukup memasukkan kota yang kita inginkan, kemudian klik cari dan akan tampil semua yang kita inginkan. Ada penjelasan sudut-sudut yang jelas. Kalau di Surabaya sekitar 24.4 derajat.

Semoga penjelasan singkat ini bermanfaat dan terima kasih atas pertanyaannya.

6 Tanggapan to “Menentukan Arah Kiblat dari Indonesia”

  1. Pak AR said

    Assalaam wr wb.

    Subhanallah, saya jalan2 di dunia maya, menemukan blog Ustadz. Semoga membawa barokah bagi kita semua.
    Ijinkan saya banyak belajar dari blog ilmu ini ustadz…Jazakumullah

    Wassalaam wr wb.

  2. adidjoko said

    assalamualaikum wr wb

    mohon pencerahan apakah ada ayat yg menyatakan sholat menghadap baitul maqdis

    terima kasih atas pencerahannya

    wassalamualaikum wr wb

    adidjoko

  3. fauzi said

    wa’alaikum salam warahmatullaahi wa barakaatuh.
    Kalau ayat yang menceritakan atau memerintahkan tentang menghadap ke baitul maqdis ketika shalat memang tidak ada. Tetapi hal itu disebutkan di dalam hadits-hadits Rasulullah yang bisa dikategorikan mutawatir maknawi. Hadits-hadits ini biasanya disebutkan oleh para ulama di dalam tafsir Surat Al Baqoroh ayat 144 yang memerintahkan Rasulullah untuk menghadap ke baitullah (Ka’bah).
    Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh

  4. Dari Muhammad Qodri S.EI. dari Arab melayu kota Jambi
    Assalamu’alaikum wr wb.
    saya mau tanya nih pak ustad, setahu saya sholat sebelum sholat jum’at itu tidak ada, tetapi kebanyakan orang melaksanakan sholat sebelum sholat jum’at. ada juga pendapat lain yang menyebutkan sholat sebelum sholat jum’at itu tidak ada namun di qiyaskan pada sholat sebelum zhuhur.
    jadi gimana ni hukumnya melaksanakan sholat sebelum sholat jum’at dan saya minta penjelasan dari pak ustad?
    Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

  5. Budi Setiyarso said

    pak ustadz.ini ada metode mudah menentuan arah kiblat.http://geourban.wordpress.com/2009/12/08/cara-menunjukkan-eksistensi-bagi-geograf/…wassalam

  6. fauzi said

    Terima kasih atas infonya. semoga bermanfaat bagi semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: