Samudra Ilmu Agama Islam

Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Ejek Dunia, Israel Sebar Selebaran, Siapkan Serangan Besar-besaran

Posted by Administrator pada 11 Januari 2009

Jawapos, 11-1-2009

KOTA GAZA – Israel semakin menjengkelkan. Tak hanya mengabaikan isi Resolusi PBB 1861 yang memerintahkan penghentian agresi ke Gaza, militer negeri Zionis itu malah akan meningkatkan level serangan ke daerah yang dihuni bangsa Palestina tersebut.

Tanda-tanda akan adanya serangan besar-besaran itu diketahui dari selebaran-selebaran yang dijatuhkan helikopter Israel ke daerah-daerah padat penduduk di Gaza. Selebaran tersebut berisi pemberitahuan bahwa akan ada tahap baru dari perang melawan teror, sebutan militer Israel terhadap perang melawan kelompok Hamas.

”IDF (pasukan pertahanan Israel) tidak melawan rakyat Gaza, melainkan berjuang melawan Hamas dan kelompok teroris. Tinggal di tempat aman dengan mengikuti perintah kami,” demikian isi selebaran berbahasa Arab itu.

Tahap baru perang tersebut diperkiarakan berupa eskalasi serangan yang lebih besar dan lebih mematikan. Sumber AP di militer Israel menyebutkan, tahap baru perang itu berarti peringatan keras agar warga bersiap-siap.

Penyebaran selebaran peringatan tersebut juga merupakan bagian dari taktik perang psikologis. ”Kami memang akan menyiapkan serbuan ketiga yang lebih besar dengan melibatkan pasukan darat lebih besar. Namun, semua itu masih harus menunggu persetujuan pemerintah,” ujar sumber tersebut.

Sementara itu, situasi di Jalur Gaza hampir tidak banyak berubah sejak resolusi PBB disepakati Jumat (9/1). Gumpalan asap tebal masih saja mengepul di atas Kota Gaza, menunjukkan jet tempur dan helikopter Israel masih terus membombardir permukiman penduduk.

Bahkan, stasiun televisi Iran melaporkan kantornya ikut menjadi sasaran serangan Israel, meski lokasinya diberikan kepada PBB dan dipasangi lampu di atap untuk menandai gedung itu.

Dalam serangan tersebut, dua orang luka-luka. Dua organisasi media yang memiliki jurnalis di Gaza, Associated Press dan Al-Jazeera, melaporkan pasukan Israel tampak menggunakan fosfor putih dalam operasinya. Serbuk itu meledak untuk menerangi medan pertempuran saat malam. Tapi, penggunaannya dilarang karena bisa menyebabkan luka bakar.

Sumber dari tim medis Palestina menyebutkan, jumlah korban tewas sudah mencapai 800 orang sejak agresi Israel berlangsung dua minggu lalu. Korban tewas itu meliputi 235 anak, 90 wanita, dan 12 anggota tim medis. Jumlah korban luka mencapai 3.225 orang. Dari pihak Israel, 13 orang tewas. Sepuluh di antaranya adalah anggota tentara.

Karena korban terus bergelimpangan, badan bantuan PBB, United Nations Relief and Works Agency (UNRWA), menyatakan akan memulai aktivitas setelah sempat dihentikan akibat truknya diserang Israel. ”PBB menerima jaminan dari Israel bahwa personel keamanan, instalasi, dan operasi kemanusiaan akan dihormati,” ujar Michele Montas, juru bicara PBB.

UNRWA membatasi operasi bantuan sejak Kamis (8/1) di Jalur Gaza sebagai tanggapan atas insiden mematikan yang melibatkan tembakan Israel terhadap konvoi bantuan PBB.

Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv menyatakan, insiden tersebut sangat disesalkan dan tidak mencerminkan kebijakan resmi pemerintah (Israel). ”Jaminan Israel itu mencakup pekerjaan untuk meningkatkan hubungan dan koordinasi internal yang lebih efektif dalam pasukan pertahanan Israel,” katanya.

Dewan HAM

Di Jenewa, Dewan HAM PBB menyelenggarakan sidang khusus yang membahas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di wilayah pendudukan Palestina, termasuk serangan terakhir Israel di Jalur Gaza. Sidang itu merupakan prakarsa kelompok Gerakan Nonblok, Organisasi Konferensi Islam, Liga Arab, dan Kelompok Afrika, Jumat.

Dalam sidang tersebut, delegasi Indonesia menyampaikan bahwa Israel bertanggung jawab atas pelanggaran HAM yang mengakibatkan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.

Indonesia mendukung usul agar Dewan HAM membentuk Rapid Response Team (Tim Tanggap Cepat) untuk memantau pelanggaran HAM di Palestina yang dilakukan Israel sebagai penjajah. Indonesia juga mendesak agar blokade ekonomi dihapus serta akses bagi bantuan kemanusiaan dibuka.

SBY Sesalkan Israel

Resolusi yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB terbukti tak mampu menghentikan serangan Israel ke Palestina. Melihat kondisi tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berinisiatif menjalin hubungan komunikasi via telepon dengan Presiden Prancis Nicholas Sarkozy. Dalam pembicaraannya, kedua pemimpin negara itu melihat peran penting pelaksanaan resolusi membutuhkan keseriusan kedua pihak yang bertikai.

”Kami senang karena resolusi itu telah dikeluarkan DK PBB, tapi sekaligus kecewa karena ternyata resolusi itu tidak dijalankan,” ujarnya Presiden SBY dalam jumpa pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin (10/1).

SBY mengemukakan, ada dua hal yang pokok dari pembicaraan dengan Sarkozy. Pertama, serangan harus dihentikan dan pasukan Israel harus ditarik mundur. Dalam pembicaraan yang berlangsung sekitar 15 menit tersebut, SBY juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap langkah aktif Prancis untuk mencari solusi.

”Karena resolusi tidak dipatuhi, kekerasan tetap terjadi dan korban terus berjatuhan. Kami kecewa karena konflik tetap terjadi. Harus ada mekanisme yang bisa dijalankan untuk menghentikan konflik,” paparnya.

Sebelumnya, mantan Menko Polkam tersebut mengatakan, Indonesia mungkin mendesak negara-negara anggota PBB lain untuk menggelar sidang umum darurat bila resolusi terus diabaikan.(AP/Rtr/iw/oki/kim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: