Samudra Ilmu Agama Islam

Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Kalau Untuk Berbuat Maksiat, Aku Tidak Akan Patuh!

Posted by Administrator pada 2 Desember 2008

Abu Idris al-Awdy berkata, “Ada dua orang Ahli Ibadah dari kalangan Bani Israil. Rupanya masing-masing dari mereka memendam rasa cinta terhadap seorang budak wanita yang berparas cantik. Satu sama lain tidak ada yang tahu mengenai isi hati masing-masing terhadap wanita tersebut.

Suatu ketika, pernah masing-masing bersembunyi di balik sebuah pohon untuk mengintip wanita itu namun kemudian masing-masing saling memergoki hingga akhirnya saling mengungkapkan uneg-uneg dan berterus-terang. Keduanya kemudian bersepakat untuk merayunya dan tatkala wanita itu sudah mendekati mereka berdua, keduanya berkata kepadanya,  
‘Kiranya engkau sudah tahu kedudukan kami di tengah Bani Israil. Sesungguhnya, bila engkau tidak mau melakukan ‘affair’ dengan kami, kami akan katakan di pagi hari bahwa kami mendapati seorang laki-laki bersamamu yang lolos dari kejaran kami dan kami akan menghukum kalian.’

Wanita itu menjawab, ‘Aku tidak akan patuh pada ajakan kalian untuk berbuat maksiat kepada Allah.!!”

Akhirnya kedua orang itu memegangnya lantas berkata, ‘Sungguh, kami telah mendapati seorang laki-laki bersamanya yang lolos dari incaran kami.’

Lalu datanglah salah seorang Nabi Bani Israil, lalu mereka menyediakan kursi untuknya dan dia pun duduk di atasnya seraya berkata,
‘Aku yang akan memutuskan perkara kalian.’

Keduanya menjawab, ‘Ya, putuskanlah perkara di antara kami.’

Nabi tadi kemudian menginterogasi mereka dari tempat yang terpisah. Dia bertanya kepada salah seorangnya, ‘Di belakang pohon apa, kalian melihat wanita tadi.?’

Orang itu menjawab, ‘Pohon anu dan anu.’

Lalu Nabi itu menanyakan kepada salah seorangnya lagi dengan pertanyaan yang sama, namun jawabannya berbeda dengan temannya itu. Tak berapa lama turunlah api dari langit menyambar dan membakar kedua orang itu dan selamatlah wanita itu.”

(SUMBER: al-Maw’id: Jannâtun Na’îm karya Ibrahim bin ‘Abdullah Al Hâzimy sebagai yang dinukilnya dari buku Tsamarât al-Awrâq karya al-Hamawy dan Rawdlah al-Muhibbîn karya Ibn al-Qayyim, h.496)

Satu Tanggapan to “Kalau Untuk Berbuat Maksiat, Aku Tidak Akan Patuh!”

  1. robin said

    nabi siapa yang dimaksut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: