Samudra Ilmu Agama Islam

Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘ahlus sunnah wal jama’ah’

GODAAN SYAITAN

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Mereka juga bersaksi dan berkeyakinan bahwa Allah subhanu wa ta’ala telah menciptakan syaitan yang akan menggoda umat manusia, agar mereka tergelincir, maka syaitan-syaitan itu terus mengawasi mereka, Allah berfirman:

 

 وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَآئِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

 

“Sesungguhnya syaitan itu membisikan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu, dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musrik..”. (Al-An’am:121)

  Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , | Leave a Comment »

SETIAP MAKHLUK TELAH DITENTUKAN AJALNYA

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Mereka juga bersaksi dan berkeyakinan bahwa Allah ‘azza wa jalla telah menentukan batas akhir kehidupan bagi setiap makhluk.

 

Sesungguhnya setiap jiwa itu tidak akan mati kecuali dengan izin Allah dan takdir dari-Nya. Apabila sudah ditakdirkan waktunya mati, maka tidak ada pilihan lagi kecuali mati. Tidak bergeser sedikitpun.

Allah berfirman:

 

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ

 

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya sesaatpun dan tidak pula memajukannya” (Al-A’raaf:34)

  Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

SESEORANG MASUK SURGA BUKAN KARENA AMALNYA

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Mereka juga bersaksi dan berkeyakinan bahwa seseorang tidak bisa dipastikan masuk surga -walaupun ia telah melakukan amalan-amalan yang baik [ibadahnya nampak ikhlas, dan ketaatannya demikian tinggi] dan jalan kehidupannya pantas untuk diteladani- kecuali jika di izinkan oleh Allah, sebagai keutamaan yang diberikan kepadanya. Maka dengan keutamaan dan karunia-Nya itu ia masuk surga.

 

Karena amal baik yang ia lakukan tidaklah dapat dilakukan dengan mudah kecuali karena kemudahan dari Allah. Jika Allah tidak memberi kemudahan [niscaya ia tidak dapat melakukannya. Dan jika Allah tidak mengarunianya hidayah] niscaya ia tidak mendapat hidayah selama-lamanya, [meskipun ia telah berupaya keras]. Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala:

 

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَداً وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَن يَشَاءُ

 

“…Sekiranya kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya, niscaya tidak ada seorangpun dari kamu yang bersih (dari perbuatan keji dan mungkar) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa saja yang dikehendaki…”(An-Nuur:21)

  Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

SIKAP AHLUS SUNNAH TERHADAP PARA SAHABAT

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Mereka berpendapat untuk menahan diri [untuk membicarakan] dalam perselisihan yang terjadi dikalangan sahabat. Memelihara lisan mereka untuk tidak mengucapkan kata-kata yang berkesan mendiskreditkan (menyudutkan) dan merendahkan para sahabat. 

 

Ash-habul Hadits berpendapat, seharusnya mencintai mereka dan berwala’/loyalitas kepada mereka secara keseluruhan. Demikian juga mereka menganggap wajib memuliakan para istri-istri beliau radhiallahu ‘anhunna, mendoakan mereka, mengakui keutamaan mereka dan mengakui juga istri-istri Nabi sebagai ibu-ibu kaum muslimin.    

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

SHALAT DI BELAKANG (PEMERINTAH) YANG SHALIH MAUPUN FAJIR, SERTA BERJIHAD BERSAMA MEREKA

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Ash-habul Hadits berpendapat seharusnya melaksanakan shalat Jum’at, shalat ‘Ied dan selain keduanya dibelakang imam muslimin baik dia shalih maupun fajir. 

 

Mereka juga berpendapat bahwa berjihad melawan orang-orang kafir itu bersama pemerintah meskipun mereka zhalim dan fasiq. 

 

Mereka juga menganjurkan untuk mendo’akan mereka agar menjadi baik dan mendapat hidayah (serta menebarkan keadilan dalam masyarakat).

 

Mereka juga tidak membolehkan untuk memberontak kepada pemimpin-pemimpin fasiq tersebut, meskipun mereka menyaksikan penyimpangan pemerintah dari konsep keadilan dan menggantinya dengan diktatorisme dan penindasan. 

 

Mereka juga berpendapat untuk memerangi para pemberontak sampai orang-orang itu kembali taat kepada pemerintah. 

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

MEREKA YANG MENDAPAT KABAR GEMBIRA MASUK SYURGA

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Dari kalangan sahabat yang mendapat kabar gembira (dengan disebutkan namanya), maka Ashabul Hadits mengakui hal itu dan membenarkannya atas berita dan janji tersebut, Karena beliau tidak akan mempersaksikan hal itu kecuali setelah mengetahuinya. 

 

Allah subhanahu wa ta’ala memberitahu sebagian ilmu ghaib yang dikehendakinya, sebagaimana firman Allah:

 

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً – إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ

 

“(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya..”(Al-Jinn: 26-27)

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi kabar gembira kepada sepuluh orang sahabatnya bahwa mereka akan masuk surga, yaitu: Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubeir, Abdurrahman bin ‘Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, Sa’id (bin Zaid ), dan Abu Ubadah bin Jarrah. Hadits yang diriwayatkan oleh Sa’id bin Zaid secara marfu’

 

Demikian pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Tsabit bin Qis bin Syammas: “Kamu termasuk ahli syurga”.        

 

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

PERSAKSIAN TERHADAP ORANG YANG MATI DENGAN KEYAKINAN YANG DIBAWANYA

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Ahlus Sunnah bersaksi atas orang yang mati dalam keadaan Islam akan masuk syurga. Dan jika ia ditakdirkan oleh Allah untuk disiksa terlebih dahulu di dalam neraka karena perbuatan dosa-dosanya yang belum bertaubat, maka adzab itu tidak kekal, pada akhirnya Allah akan masukkan dia ke Syurga. Tidak ada seorangpun dari muslimin yang akan kekal di neraka sebagai keutamaan dari Allah.   

 

Dan siapa yang mati dalam keadaan kafir -Wal ‘iyadzu billah-, maka tempat kembalinya adalah neraka dan akan kekal didalamnya.      

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

HASIL AKHIR KEHIDUPAN PARA HAMBA ADALAH HAL GHAIB

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Ahlus Sunnah bersaksi dan berkeyakinan bahwa hasil akhir kehidupan para hamba adalah hal yang ghaib. Seseorang tidak mengetahui bagaimana ia mengakhiri hidupnya.

 

Mereka tidak menghukumi seseorang bahwa dia calon penghuni syurga atau calon penghuni nereka, kerena hal itu merupakan perihal ghaib.  Mereka tidak mengetahui dengan apa mereka mengakhiri hidupnya (apakah dengan keimanan atau dengan kekufuran).  

Oleh karena itu mereka mengatakan: “Mukmin insya Allah” (artinya: termasuk dari mukminin yang mengakhiri hidupnya dengan kebaikan, insya Allah)  

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

KEHENDAK ALLAH ‘AZZA WA JALLA

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Demikian juga termasuk madzhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah, bahwa Allah ‘azza wa jalla berkehendak atas semua amal perbuatan hamba-hamba-Nya, yang baik maupun yang jelek. 

 

Tidak ada seorang pun yang beriman kecuali dengan kehendak-Nya. Dan tidak ada seorangpun yang kafir kecuali dengan kehendak-Nya. Jika Allah menhendaki, niscaya Allah jadikan mereka satu umat, sebagaimana firman Allah:

 

وَلَوْ شَاء رَبُّكَ لآمَنَ مَن فِي الأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعاً

 

“Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya..”(Yuunus:99)

 

Kalau Allah menghendaki untuk tidak terjadi kemaksiatan, Allah tidak ciptakan Iblis. Maka kekufuran orang yang kafir, keimanan orang yang beriman, (keingkaran orang atheis,  tauhidnya ahli tauhid, ketaatan orang yang taat, dan kemaksiatan orang yang bermaksiat) semuanya terjadi kerena ketentuan, takdir, keinginan dan kehendak-Nya. 

 

Dan Allah menghendaki semuanya itu dan menakdirkannya. Namun Allah meridhai keimanan dan membenci kekufuran dan kemaksiatan. Allah berfirman:

 

إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ

 

“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.”(Az-Zumaar:7)

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

PENDAPAT AHLUS SUNNAH TENTANG KEBAIKAN DAN KEJELEKAN

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Ahlus Sunnah bersaksi dan berkeyakinan bahwa kebaikan dan kejelekan, manfa’at dan mudarat (kejadian yang manis maupun yang pahit) semuanya dari takdir dan ketentuan Allah ta’ala, tidak ada yang mampu mencegahnya, menyimpangkan atau menjauhkannya. 

 

Seseorang tidak akan tertimpa suatu musibah melainkan apa yang telah ditakdirkan. Meskipun seluruh makhluk berusaha keras untuk menolong orang tersebut, akan tetapi  Allah menakdirkan untuk tertimpa musibah maka usaha tersebut tidak berhasil.

 

Demikian juga meskipun seluruh makhluk berusaha untuk mencelakakan dirinya akan tetapi orang tersebut tidak ditakdirkan celaka, maka usaha tersebut tidak akan berhasil, hal ini sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas radiallahu’anhu. 

“Ketahuilah, bahwa seseungguhnya seandainya bersatu umat manusia untuk memberikan manfa’at padamu dengan sesuatu, niscaya tiadalah mereka dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang ditakdirkan Allah kepadamu, dan seandainya mereka bersatu untuk mencelakakan kamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan dapat mencelakakan kamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah takdirkan kepadamu. Telah diangkat pena (untuk menulis takdir) dan telah kering lembaran-lembaran  itu (HR. Turmudzi dll dan dikatakan hasan shahih)

Yakni sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 

 

 

Allah berfirman:

وَإِن يَمْسَسْكَ اللّهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلاَ رَآدَّ لِفَضْلِهِ

 

“Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya..”(Yuunus:107) 

 

Termasuk dari pemahaman dan manhaj Ahlus Sunnah -selain keyakinan mereka bahwa kebaikan dan kejelekan semuanya dari takdir Allah- mereka juga menetapkan bahwa tidak diperkenankan menyandarkan kepada Allah apa-apa yang berkesan negatif bila diucapkan secara terpisah. Tidak boleh dikatakan, misalnya: Allah itu pencipta monyet, babi, kumbang kelapa dan jangkrik, meskipun kita tahu tidak ada makhluk yang tidak diciptakan oleh Allah. Dalam hal ini terdapat hadits tentang do’a istiftah: “Sungguh Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau ya Allah, kebaikan seluruhnya di keduatangan-Mu dan kejelekan tidak disandarkan kepada-Mu”  HR Ahmad, Muslim dan lainnya

 

Maksudnya, wallahu a’lam, kejelekan tidak termasuk yang bisa disandarkan kepada Allah secara terpisah, seperti: “Wahai Pencipta keburukan, atau wahai yang menakdirkan kejelekan”. Meskipun benar bahwasanya Dia-lah yang menciptkan dan menakdirkan kejelekan tersebut.

                                         

Oleh karena itu Nabi Khidir ‘alaihis salam menyandarkan kehendak untuk merusak perahu kepada dirinya sendiri, seperti dikisahkan dalam Al-Qur’an:

 

“Adapun kapal itu kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku hendak merusakkan kapal itu, karena dihadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap kapal. (Al-Kahfi:79)

 

Namun ketika beliau menyebutkan kebaikan, kebajikan, dan rahmat, beliau menyandarkan kehendaknya kepada Allah, Allah ta’ala berfirman:

 

 فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ

 

“..maka Rabbmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanan itu, sebagai rahmat dari Rabbmu..”(Al-Kahfi:82)

 

Allah juga memberitakan tentang diri Ibrahim ‘alaihis salam dalam firman-Nya:

 

 وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

 

“dan apabila aku sakit. Dialah Yang menyembuhkan aku, (Asy-Syu’ara:80)

 

Beliau menyandarkan sakit kepada dirinya sendiri dan menyandarkan kesembuhan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Meskipun keduanya datang dari Allah Yang Maha Mulia                                             

 

 

16 

17 Dikeluarkan oleh:Ahmad, Muslim dan lainnya

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

HIDAYAH DATANGNYA DARI ALLAH

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Mereka (Ashabul Hadits) bersaksi bahwa Allah ta’ala memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki menuju Agama-Nya dan menyesatkan siapa saja yang dikehendaki untuk menjauhi Agama-Nya, namun bagi orang yang disesatkan-Nya tidak ada alasan (untuk bebas dari siksa-Nya). 

 

Allah berfirman:

قُلْ فَلِلّهِ الْحُجَّةُ الْبَالِغَةُ فَلَوْ شَاء لَهَدَاكُمْ أَجْمَعِينَ

 

“Katakanlah: “Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat; maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya”. (Al-An’am:149)

 

Allah berfirman:

وَلَوْ شِئْنَا لَآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

 

“Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi) nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) daripadaku; “Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama. (as-sajdah:13)

  Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

PERBUATAN HAMBA ADALAH CIPTAAN ALLAH

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Termasuk diantara pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah keyakinan bahwa perbuatan hamba adalah makhluk (diciptakan oleh) Allah ‘azza wa jalla. 

 

Mereka tidak ada yang membantah permasalahan ini, sebaliknya mereka menganggap orang-orang yang mengingkari hal ini sebagai orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dan petunjuk

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

SEORANG MUSLIM TIDAK DIKAFIRKAN KARENA DOSA-DOSANYA

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Ahlus Sunnah berkeyakinan bahwa seorang mukmin meskipun melakukan dosa-dosa kecil  dan besar tidak bisa dikafirkan dengan semuanya itu. Meskipun dia meninggal dunia dalam keadaan belum taubat, selama masih dalam tauhid dan keikhlasan, urusannya terserah Allah. 

 Jika Ia menghendaki, Ia akan mengampuni dan memasukkannya ke surga pada hari Kiamat dalam keadaan selamat, beruntung dan tidak disentuh oleh api neraka, tidak disiksa atas segala dosa yang pernah dilakukannya, ia biasakan dan terus menyelimutinya sampai hari kiamat.  Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

IMAN MENCAKUP UCAPAN DAN PERBUATAN, BERTAMBAH DAN BERKURANG

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Termasuk pemahaman Ahlu Hadits adalah meyakini bahwa iman adalah ucapan, perbuatan, dan ma’rifah, bisa berkurang karena kemaksiatan dan bertambah karena ketaatan.

 

Sufyan bin Uyainah menyatakan: “Iman itu adalah ucapan dan perbuatan, bertambah dan berkurang”, maka saudaranya yang bernama Ibrahim bin Uyainah berkata: “Wahai Abu Muhammad, tadi kamu mengatakan iman bisa berkurang?!” Maka Sufyan bin Uyainah berkata: “Diam kamu ‘anak kecil’ Sungguh iman bisa berkurang hingga tidak tersisa sedikitpun.”

Ibnu Mubarak rahimahullah suatu ketika datang ke kota, salah sorang ahli ibadah tiba-tiba mendatanginya -yang diperkirakan berpemahaman khawarij- lalu ia bertanya kepada Ibnu Mubarak: “Wahai Abu Abdirrahman, apa pendapatmu terhadap seorang pezina, pencuri, dan peminum khamar”, Beliaupun menjawab: “Aku tidak mengeluarkannya dari keimanan.” maka laki-laki itu menukas: “Kamu sudah tua malah menjadi murji’ah”, maka Ibnu Mubarak menjawab: “Tidak, justru kami bertentangan dengan murji’ah, Murji’ah menyatakan kebaikan kita pasti diterima, sedangkan kemaksiatan kita pasti diampuni”. Seandainya aku (Ibnul Mubarak) tahu bahwa kebaikanku diterima, niscaya aku bersaksi bahwa aku masuk surga, kemudia ia menukil ucapan Umar bin Khatab: “Seandainya imannya Abu Bakar dibandingkan dengan imannya seluruh penduduk Bumi, niscaya imannya Abu Bakar lebih berat”

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

MENGIMANI ADANYA SURGA DAN NERAKA, KEDUANYA ADALAH MAKHLUK

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Ahlus Sunnah bersaksi (dan berkeyakinan) bahwa surga dan neraka adalah makhluk ciptaan Allah, dan keduanya kekal abadi-tidak akan musnah. 

 

Orang yang masuk surga tidak akan keluar darinya, demikian juga penduduk neraka (dari golongan kafir) yang pantas memasukinya dan diciptakan untuk memasukinya, mereka juga tidak akan keluar darinya.

 

(kematian akan dipenggal dan disembelih dibatas antara surga dan neraka, lalu datanglah suara memanggil) pada hari itu:

“Wahai penghuni surga, kekekalan bagimu dan tidak ada lagi kematian. Wahai penghuni neraka, kekekalan bagimu dan tidak ada lagi kematian.” Demikian yang diriwayatkan dari hadits yang shahih dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. HR Bukhari

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

AQIDAH AHLUS SUNNAH TENTANG MELIHAT ALLAH DI AKHIRAT

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Ahlus Sunnah bersaksi bahwa kaum mukminin akan melihat Rabb mereka (pada hari kiamat) dengan mata kepala mereka, dan memandang-Nya sebagaimana dalam hadits shahih,

Diantaranya adalah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa ada beberapa orang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah, Apakah kami akan melihat Tuhan kami pada hari kiamat ?”. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berkata : “Apakah kalian merasa payah ketika melihat bulan pada malam purnama ?”. Mereka berkata : “Ya, wahai Rasulullah”. Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Maka kalian akan melihatnya demikian”. Hadits ini diriwayatkan dengan lengkap oleh Bukhari dan Muslim.

 

Diriwayatkan dari Jarir bin Abdullah Al Bajali bahwa dia berkata : “Kami duduk-duduk bersama dengan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, maka dia melihat ke arah bulan pada tanggal empatbelas. Maka dia berkata : “Sesunguhnya kalian akan melihat Tuhan kalan dengan jelas, sebagaimana kalian melihat ini. kalian tidak dihalangi dalam melihatnya”. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

 

Keserupaan yang dimaksud dalam hadits ini adalah cara melihatnya yang tidak mendapat kesulitan (berdesak-desakan), bukan bentuk yang dilihat (Allah dengan bulan purnama)

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , , , | Leave a Comment »

QIDAH AHLUS SUNNAH TENTANG AL-HAUDH DAN TELAGA AL-KAUTSAR

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

AL-HAUDH DAN TELAGA AL-KAUTSAR

 

Ashhabul Hadits mengimani adanya haudh dan Telaga Al-Kautsar, serta masuknya sebagian Ahlu Tauhid ke surga tanpa hisab, dan sebagian dari mereka dihisab dengan hisab yang ringan dan kemudian dimasukkan ke surga tanpa diadzab terlebih dahulu. Dan sebagian lagi para pelaku dosa besar dilebur dalam neraka kemudian dibebaskan dan dikeluarkan darinya, kemudian digabungkan dengan saudara-saudaranya yang telah mendahului masuk surga, [dan Ashhabul Hadits meyakini bahwa yang berdosa besar dari kalangan Ahlu Tauhid] tidak kekal di neraka [dan tidak akan tinggal di neraka selama-lamanya]

 

Adapun orang kafir akan kekal di neraka dan tidak akan keluar darinya selama-lamanya.

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

AQIDAH AHLUS SUNNAH TENTANG SYAFA’AT

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Orang-orang yang dalam ilmu agama dan sunnahnya meyakini adanya syafa’at Nabi untuk para pelaku dosa besar dari kalangan ahlu tauhid, dan yang melakukan dosa-dosa besar dikalangan mereka, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. 

 

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Syafa’atku diberikan bagi pelaku dosa-dosa besar dari kalangan umatku” 1

 

Abu Hurairah pernah  bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam: “Yaa Rasulullah, siapakah yang paling senang mendapat syafa’atmu pada hari kiamat?” Beliau menjawab: “Aku mengira tak seorangpun yang menanyakan hal ini sebelum kamu, hal ini karena aku melihat kamu bersemangat dalam mencari hadits, “Orang yang paling senang mendapat syafa’atku pada hari kiamat yaitu orang yang mengucapkan laila ha illallah dengan jujur dari sanubarinya” 2

Catatan Kaki

 

1 Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya, dikatakan oleh Tirmidzi hadits ini hasan shahih

2 HR. Bukhari, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Abi ‘Ashim dan yang lainnya. 

Ibnu Hajar mengomentari dalam Fathul Bari: “Ada yang dengan syafa’at itu tidak jadi dimasukkan ke neraka, ada yang menjadi masuk sorga tanpa hisab, ada yang derajatnya di surga dinaikkan  

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , , | 1 Komentar »

KEBANGKITAN SESUDAH MATI

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Orang-orang yang dalam ilmu agama dan sunnahnya meyakini adanya kebangkitan sesudah mati di hari kiamat, dan segala apa yang dikabarkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa suasana mencekam pada hari kiamat, beraneka ragam keadaan hamba dan makhluk ketika melihat dan menerima hasil perbuatannya. Bagaimana mereka menerima catatan amal apakah dengan tangan kanan atau tangan kiri, menjawab berbagai pertanyaan, serta kegoncangan yang dijanjikan Allah. 

 

Pada hari yang agung, dalam suasana yang mencekam dibentangan sirath, timbangan, catatan amal meskipun hanya sebutir dzarrah kebaikan dan lain sebagainya

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

KESEPAKATAN SALAF TERHADAP RIWAYAT-RIWAYAT TENTANG TURUNNYA ALLAH

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Seorang lelaki dari bani Tamim yang bernama Shabigh datang ke Madinah, ia banyak memiliki kitab, namun sering bertanya-tanya tentang ayat-ayat mutasyabihat. Berita inipun sampai ke telinga Umar bin Khattab. Maka Shabigh dipanggil sedangkan Umar sudah menyiapkan pelepah kurma, ketika orang itu sudah menemuinya, ia pun duduk. Umar bertanya: “Siapa kamu?” lelaki itu menjawab: “Saya Shabigh”. Umar kemudian berkata: “Saya Umar, hamba Allah”. Umar lalu menghajar lelaki itu dengan pelepah kurma, sampai kepalanya mengeluarkan darah. Maka Shabigh berkata: “Cukup, wahai amirul Mukminin, Demi Allah, kini sudah hilang yang selama ini bersarang di kepalaku”, kemudian Shabigh dikembalikan ke kaumnya dan Umar memerintahkan agar kaum muslimin tidak mengajaknya berbicara dengan Shabigh, sampai Shabigh benar-benar sembuh dari ‘penyakit’. Setelah Shabigh benar-benar sembuh dari penyakit suka bertanya-tanya tentang ayat mutasyabihat, maka umar membolehkan kaum muslimin untuk bergaul dengan Shabigh. 

  Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

ALLAH BER-ISTIWA’ DI ATAS ‘ARSY

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Ahlul Hadits berkeyakinan dan bersaksi bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berada di atas tujuh lapis langit, di atas ‘Arsy-Nya, sebagaimana dalam surat Yunus:

 إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الأَمْرَ مَا مِن شَفِيعٍ إِلاَّ مِن بَعْدِ إِذْنِهِ ….

“Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada keizinan-Nya” (Yunus:3)   Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

AL-QUR’AN ADALAH KALAMULLAH BUKAN MAKHLUK

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

[Syaikh Abu Utsman Isma'il Ash-Shabuni berkata:] “Ashhabul Hadits bersaksi dan berkeyakinan bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah (ucapan Allah), Kitab-Nya dan wahyu yang diturunkan, bukan makhluk. Siapa yang menyatakan dan berkeyakinan bahwa ia makhluk maka kafir menurut pandangan mereka.

 

Al-Qur’an merupakan wahyu dan kalamullah yang diturunkan melalui Jibril kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dengan bahasa Arab untuk orang-orang yang berilmu sebagai peringatan dan kabar gembira, sebagaimana firman Allah ta’ala:

 

وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ - نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ - عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ - بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِينٍ  

“Dan sesungguhnya al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. (Asy-Syu’ara: 192-195)

  Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

PERNYATAAN AHLI HADITS TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Dan demikian juga pernyataan mereka tentang sifat-sifat Allah ‘azza wa jalla yang disebutkan dalam Al-Qur’an maupun hadits-hadits yang shahih, diantaranya: pendengaran, penglihatan, mata, wajah, ilmu, kekuatan, kekuasaan, keperkasaan, keagungan, kehendak, keinginan, perkataan, ucapan, ridha, marah, hidup, terjaga, gembira, tertawa, dll. Tanpa menyerupakannya dengan sifat makhluk, tetapi mencukupkan dengan apa yang dikatakan oleh Allah dan Rasul-Nya tanpa menambah-nambahi, mengembel-embeli, takyif, tasybih, tahrif, mengganti, merubah, serta tidak membuang lafadz khabar yang bisa dipahami untuk kemudian ditakwil dengan makna yang salah.

 

Mereka menafsirkan berdasarkan dzahirnya dan menyerahkan makna sesungguhnya kepada Allah, dan mengatakan bahwasanya hakikat sesungguhnya yang mengetahui hanyalah Allah. Sebagaimana diberitakan oleh Allah tentang orang-orang yang dalam ilmunya:

 

وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ الألْبَابِ

” Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Rabb kami”. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal” (Ali-Imran:7

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

KEYAKINAN ASHHABUL HADITS TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

[Syaikh Abu Utsman Isma'il Ash-Shabuni berkata]: Semoga Allah melimpahkan taufiq. Sesungguhnya Ashhabul Hadits (yang berpegang teguh kepada Al-Kitab dan As-Sunnah) -semoga Allah menjaga mereka yang masih hidup dan merahmati mereka yang telah wafat- adalah orang-orang yang bersaksi atas keesaan Allah, dan bersaksi atas kerasulan dan kenabian Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam.

 

Mereka mengenal Allah subhanahu wata’ala dengan sifat-sifatnya yang Allah utarakan melalui wahyu dan kitab-Nya, atau melalui persaksian Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits-hadits yang shahih yang dinukil dan disampaikan oleh para perawi yang terpercaya.   Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , , , , , | Leave a Comment »

AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH

Ditulis oleh fauzi di/pada 03/12/2008

Materi ini disarikan dari karya :

Syaikhul Islam Abu Utsman Isma’il Ash-Shabuni

(373 H – 449 H)

Beliau adalah sosok Ulama yang gigih menuntut ilmu, pada umur 10 tahun sudah menjadi juru nasehat.

Imam Al-Baihaqi, murid langsung beliau berkata: “Beliau adalah syaikhul Islam sejati, dan imam kaum muslimin sebenar-benarnya”.

Ditulis dalam Tauhid | Bertanda: , , , , , , | 1 Komentar »