<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Samudra Ilmu Agama Islam</title>
	<atom:link href="http://imamuna.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imamuna.wordpress.com</link>
	<description>Islam Rahmatan Lil 'Alamin</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Dec 2009 04:02:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di DOWNLOAD TERJEMAH KITAB FATHUL BARI oleh aris</title>
		<link>http://imamuna.wordpress.com/2009/02/07/download-terjemah-kitab-fathul-bari/#comment-349</link>
		<dc:creator>aris</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 04:02:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imamuna.wordpress.com/?p=972#comment-349</guid>
		<description>Jazakallah khairan katsira</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jazakallah khairan katsira</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di DOWNLOD TERJEMAH BULUGHUL MARAM oleh dedik</title>
		<link>http://imamuna.wordpress.com/2009/05/22/downlod-terjemah-bulughul-maram/#comment-348</link>
		<dc:creator>dedik</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 03:19:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imamuna.wordpress.com/?p=1220#comment-348</guid>
		<description>trimakasih pak, sebenarnya ada berapa jilid yah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>trimakasih pak, sebenarnya ada berapa jilid yah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di DOWNLOAD GRATIS oleh andriansyah ad</title>
		<link>http://imamuna.wordpress.com/download/#comment-347</link>
		<dc:creator>andriansyah ad</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 02:35:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imamuna.wordpress.com/?page_id=178#comment-347</guid>
		<description>jazakallah khairan katsiran atas semuanya...
jadi banyak referensi dan tambahan ilmu....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jazakallah khairan katsiran atas semuanya&#8230;<br />
jadi banyak referensi dan tambahan ilmu&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Al Fatihah Setelah Do&#8217;a dan Cara Bangkit Dari Sujud oleh fauzi</title>
		<link>http://imamuna.wordpress.com/2009/07/08/al-fatihah-setelah-doa-dan-cara-bangkit-dari-sujud/#comment-346</link>
		<dc:creator>fauzi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 07:44:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imamuna.wordpress.com/?p=1253#comment-346</guid>
		<description>masukan yang sebenarnya bermnfaat, tapi darimana kata ana itu berasal dan berdasarkan ilmu bahasa mana dia terbuang begitu saja dengan tidak ada satupun indikasi bahwa ada sebuah kata yang terbuang, sebagaimana tradisi Bahasa Arab yang jika membuang suatu kata atau bahkan kalimat, maka dia menyiratkan sesuatu yang menunjukkan bahwa ada kata/kalimat yang terbuang. Jika saja ada kata ana itu yang terbuang, maka kalimat-kalimat selanjutnya dalam Surat Al Fatihah itu menggunakan dlomir ana juga. Tetapi mengapa justru dlomir nahnu yang dipakai ? Suatu masukan yang masih harus ditinjau ulang kebenaranya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masukan yang sebenarnya bermnfaat, tapi darimana kata ana itu berasal dan berdasarkan ilmu bahasa mana dia terbuang begitu saja dengan tidak ada satupun indikasi bahwa ada sebuah kata yang terbuang, sebagaimana tradisi Bahasa Arab yang jika membuang suatu kata atau bahkan kalimat, maka dia menyiratkan sesuatu yang menunjukkan bahwa ada kata/kalimat yang terbuang. Jika saja ada kata ana itu yang terbuang, maka kalimat-kalimat selanjutnya dalam Surat Al Fatihah itu menggunakan dlomir ana juga. Tetapi mengapa justru dlomir nahnu yang dipakai ? Suatu masukan yang masih harus ditinjau ulang kebenaranya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Al Fatihah Setelah Do&#8217;a dan Cara Bangkit Dari Sujud oleh diar</title>
		<link>http://imamuna.wordpress.com/2009/07/08/al-fatihah-setelah-doa-dan-cara-bangkit-dari-sujud/#comment-345</link>
		<dc:creator>diar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 10:53:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imamuna.wordpress.com/?p=1253#comment-345</guid>
		<description>hanya menambahkan masukan yang semoga bermanfaat, bahwa menurut sistematika surat: bahwa surat-surat panjang dalam Al Qur’an adalah penjelasan dari Surat Al Fatihah dan surat-surat pendek merupakan kesimpulan, bahwa menurut systematika ayat: bahwa ayat pertama adalah inti surat, maka inti dari Surat Al Fatihah adalah Basmalahnya, namunperlu di ingat bahwa dalam basmalah ada kata yang di mahjub(tertutupi) yakni kata anaa(saya) yang mana merupakan jawaban dari wahyu iqra&#039;, sehingga selengkapnya menjadi anaa bismillaahi... dst, sehingga inti keseluruhan dari al quran adalah si manusianya itu sendiri yang mau atau tidak dengan ajaran al quran menurut sunnah rasul-nya (2:2) . . .  demikian sedikit masukan yang mana semoga bermanfaat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hanya menambahkan masukan yang semoga bermanfaat, bahwa menurut sistematika surat: bahwa surat-surat panjang dalam Al Qur’an adalah penjelasan dari Surat Al Fatihah dan surat-surat pendek merupakan kesimpulan, bahwa menurut systematika ayat: bahwa ayat pertama adalah inti surat, maka inti dari Surat Al Fatihah adalah Basmalahnya, namunperlu di ingat bahwa dalam basmalah ada kata yang di mahjub(tertutupi) yakni kata anaa(saya) yang mana merupakan jawaban dari wahyu iqra&#8217;, sehingga selengkapnya menjadi anaa bismillaahi&#8230; dst, sehingga inti keseluruhan dari al quran adalah si manusianya itu sendiri yang mau atau tidak dengan ajaran al quran menurut sunnah rasul-nya (2:2) . . .  demikian sedikit masukan yang mana semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Download Kitab Shahih Bukhari oleh diar</title>
		<link>http://imamuna.wordpress.com/2009/05/27/download-kitab-shahih-bukhari-2/#comment-344</link>
		<dc:creator>diar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 09:31:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imamuna.wordpress.com/?p=1226#comment-344</guid>
		<description>terima kasih untuk kitab2 yang telah di upload, semoga dapat bermanfaat. sekalian mengajukan usul agar di share di server lokal seperti indowebster, terimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih untuk kitab2 yang telah di upload, semoga dapat bermanfaat. sekalian mengajukan usul agar di share di server lokal seperti indowebster, terimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tanya jawab syari&#8217;at oleh fauzi</title>
		<link>http://imamuna.wordpress.com/tanya-jawab-syariat/#comment-343</link>
		<dc:creator>fauzi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 07:13:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imamuna.wordpress.com/?page_id=833#comment-343</guid>
		<description>Wa&#039;alaikum salam warahmatullaahi wa barakaatuh.
Sesuatu yang harus diingat bahwa aqiqah adalah perintah Allah yang ditujukan kepada orang tua ketika telah dilahirkan seorang anak. Jadi perintah aqiqah itu tidak tertuju kepada anak yang dilahirkan, tetapi kepada orang tuanya. Dan dia tetap sah untuk melaksanakan qurban, walaupun orang tuanya tidak meng-aqiqah-inya ketika dia lahir. Dasarnya adalah Rasulullah shallallaahu &#039;alaihi wa sallam sendiri yang tidak pernah diaqiqahi, tetapi beliau selalu berqurban setiap tahunnnya. Demikian juga kebanyakan para sahabat.
Sekian, Wassalamu&#039;alaikum Warahmatullah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wa&#8217;alaikum salam warahmatullaahi wa barakaatuh.<br />
Sesuatu yang harus diingat bahwa aqiqah adalah perintah Allah yang ditujukan kepada orang tua ketika telah dilahirkan seorang anak. Jadi perintah aqiqah itu tidak tertuju kepada anak yang dilahirkan, tetapi kepada orang tuanya. Dan dia tetap sah untuk melaksanakan qurban, walaupun orang tuanya tidak meng-aqiqah-inya ketika dia lahir. Dasarnya adalah Rasulullah shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam sendiri yang tidak pernah diaqiqahi, tetapi beliau selalu berqurban setiap tahunnnya. Demikian juga kebanyakan para sahabat.<br />
Sekian, Wassalamu&#8217;alaikum Warahmatullah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tanya jawab syari&#8217;at oleh Sendi</title>
		<link>http://imamuna.wordpress.com/tanya-jawab-syariat/#comment-342</link>
		<dc:creator>Sendi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 14:16:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imamuna.wordpress.com/?page_id=833#comment-342</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum,pak ustad saya mau tanya,apakah diperbolehkan orang melaksanakan ibadah qurban padahal orang tersebut belum melaksanakan akikah untuk dirinya?apa ada dasar hukumnya didalam Al-quran maupun Hadist,terima kasih,wasalamu&#039;alaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum,pak ustad saya mau tanya,apakah diperbolehkan orang melaksanakan ibadah qurban padahal orang tersebut belum melaksanakan akikah untuk dirinya?apa ada dasar hukumnya didalam Al-quran maupun Hadist,terima kasih,wasalamu&#8217;alaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di PUASA DAWUD &#8211; BAGIAMANA PELAKSANAANNYA ? oleh Hamdani</title>
		<link>http://imamuna.wordpress.com/2009/02/09/puasa-dawud-bagiamana-pelaksanaannya/#comment-341</link>
		<dc:creator>Hamdani</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 21:43:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imamuna.wordpress.com/?p=984#comment-341</guid>
		<description>Terima Kasih untuk penjelasannya,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima Kasih untuk penjelasannya,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ahlan Wa Sahlan oleh yadi</title>
		<link>http://imamuna.wordpress.com/tentang-saya/#comment-340</link>
		<dc:creator>yadi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 07:41:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imamuna.wordpress.com/?page_id=124#comment-340</guid>
		<description>assw wr wb,

ustadz, apa ada kata2 sambutan runutan kata yg mesti diomongin soalnye masih blank tadz, acara lamaran nikah untuk wakil dari calon P. laki-laki, mohon di share yah ke emailmakasih

wasslm</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assw wr wb,</p>
<p>ustadz, apa ada kata2 sambutan runutan kata yg mesti diomongin soalnye masih blank tadz, acara lamaran nikah untuk wakil dari calon P. laki-laki, mohon di share yah ke emailmakasih</p>
<p>wasslm</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
