Samudra Ilmu Agama Islam

Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Shalat Hajat dan Shalat Istikharah

Posted by Administrator pada 23 Februari 2009

Pertanyaan dari Sukma

 

Assalamu’allaikum wr wb

Pak ustadz, maaf, saya mengganggu.

Saya ingin bertanya tentang sholat Hajat.

Sebelumnya, di masa lalu saya memiliki masalah yang mengharuskan saya memilih di antara dua pilihan, antara keputusan A dan B. Jawaban yang saya dapat, saya cenderung mengambil keputusan A. Waktu itu, saya berdoa, Ya Allah jika keputusan A yang saya ambil, maka saya mohon lancarkanlah usaha saya setelah mengambil keputusan ini.

Kenyataannya, setelah itu, tak lama kemudian, banyak gangguan yang membuat tujuan saya setelah mengambil keputusan A ini susah tercapai.

Saya, jujur sempat merasa putus asa. Hingga akhirnya saya putuskan untuk melakukan sholat Hajat, meminta “keajaiban” dari Allah.

Yang ingin saya tanyakan, apakah dengan saya melakukan sholat Hajat ini, ini berarti saya memaksa Tuhan untuk mengabulkan doa saya? Apakah ini artinya saya mengingkari keputusan Tuhan setelah saya mendapat jawabannya setelah sholat Istikhoroh yang dulu?
Tapi, apakah salah saya mencoba lagi untuk mendapat “keajaiban” itu (afwan saya tidak menemukan kata lain yang tepat). Bukankah, Nabi saw pernah bersabda:”Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat” ( HR.Ahmad). Pada dasarnya, kita diminta untuk tidak berputus asa. Begitu yang saya tangkap.

Selanjutnya, saya ingin mendapat penjelasan tentang tata cara sholat Hajat ini. Kapan waktu-waktu yang tepat melaksanakan sholat Hajat?

Terima kasih banyak.

Salam,

Jawab

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Segala puji bagi Allah dan semoga shlawat dan salam tetap tercurahkan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan kepada semua pengikutnya sampai akhir zaman.

Sebelumnya terima kasih ata pertanyaannya dan saya tidak pernah merasa terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan yang seperti ini, karena “ponari” saja tidak lelah melayani ribuan pengunungnya setiap harinya. Yang salah saja tidak merasa lelah, apalagi yang berada di jalan yang benar, insya Allah. Kita tidak boleh merasa lelah untuk berdakwah sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing. Prinsip : ballighu ‘anni walau ayah adalah sesuatu yang harus benar-benar dijunjung tinggi setinggi-tingginya.

Tentang shalat yang anti tanyakan, maka jawabannya adalah demikian :

Sebenarnya ketika kita dihadapkan kepada suatu pilihan yang rumit untuk dipecahkan dan harus dipilih salah satunya, kita disunnahkan untuk melaksanakan shalat istikharah. Kemudian setelah akhirnya dapat memilih salah satu dari keduanya, untuk lebih menguatkan tekad dan kemauan serta menopang keberhasilan, kita disunnahkan untuk berdo’a dengan do’a-do’a yang kita senangi, asalkan masih dalam koridor tidak menyekutukan Allah. Dan ada sebagian ulama yang menganjurkan kita –disamping berdo’a- juga melaksanakan shalat yang dikenal dengan shalat hajat. Jadi shalat untuk memilih dua hal yang rumit adalah shalat istikharah dan untuk meminta keberhasilan dalam usaha adalah shalat hajat. Di sini akan saya jelaskan masing-masing shalat ini dengan rinci.

Pertama, shalat istikharah

Tentang shalat jenis ini ada banyak hadits yang sahih yang menjelaskannya, diantaranya :

 

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُعَلِّمُنَا الاِسْتِخَارَةَ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ لَنَا « إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ وَلْيَقُلِ : اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ – يُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ الَّذِى يُرِيدُ – خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَمَعَادِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى وَبَارِكْ لِى فِيهِ اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُهُ شَرًّا لِى مِثْلَ الأَوَّلِ فَاصْرِفْنِى عَنْهُ وَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاقْدُرْ لِىَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ ». أَوْ قَالَ « فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ »

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdulah bahwa dia berkata :”Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami shalat istikharoh sebagaimana beliau mengajari kami surat dalam Al Qur’an. Dia berkata kepada kami : “Jika salah seorang kalian gundah dalam suatu urusan, maka lakukanlah shalat dua raka’at, selain shalat fardlu, dan hendaklah dia berkata (sesedahnya) : “Ya Allah, aku meminta petunjuk untuk memilih yang terbaik dengan ilmu-Mu dan aku meminta kekuatan dengan kekuasaan-Mu dan aku meminta kepada-Mu dengan karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau adalah berkuasa dan aku tidak berkuasa. Engkau mengetahui dan aku tidak mengetahui. Dan Engkau adalah yang benar-benar Maha Mengetahui. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini –sambil dia sebutan urusannya tersebut- adalah baik bagiku untuk agamaku dan kehidupanku serta akhiratku, maka takdirkanlah dia untukku dan mudahkanlah aku mencapainya serta berkahilah dalam mengarunginya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa ia jelek bagiku –seperti yang pertama- (maksudnya bagi duniaku, agamaku dan kahiratku), maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya dan takdirkanlah bagiku kebaikan di manapun aku berada, kemudian buatlah aku ridla denganna”. Atau dia berkata : baik pada waktu segera atau dikemudian hari”.

(HR Bukhari, I/392, no. 1109, Abu Dawud, I/564, no. 1540, Turmudzi, II/333, no. 482, An Nsa’I, X/435, no. 3266. Turmudzi berkata : “Hadits ini Hasan shahih lagi gharib”. Al Albani berkata : “Hadits ini shahih”).

Riwayat dari Imam bukhari terhadap hadits ini cukuplah untuk dijadikan pedoman bahwa hadits inibenar-benar shahih.

Hadits ini menunjukkan tentang :

  1. legalitas shalat istikharah
  2. shalat istikharah tidak wajib hukumnya, tetapi sunnah
  3. ajaran do’a istikharah, yaitu yang dicetak tebal. Inilah ajaran terbaik Islam kepada kaum muslimin ketika dirundung kesulitan untuk memilih antara berbagai macam pilihan.

Praktek shalat inipun juga masyhur sejak masa sahabat hingga sekarang ini dan tidak ada perbedaan di kalangan kaum muslimin bahwa shalat ini disunnahkan. Contohnya : seperti yang dilakukan oleh Zaiban binti Jahsy –umummul mukminin- ketika dilamar untuk Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam setelah diceraikan oleh suaminya Zaid bin Haritsah. Maka dia melakukan shalat istikharah terlebih dahulu sebelum menyetujuinya.

Contoh yang paling fenomenal adalah yang dilakukan oleh Imam Bukhari dalam menulis setiap haditsnya dalam Ahahih Bukhari. Sebelum menulis satu hadits, maka beliau bersuci terlebih dahulu dan kemudian shalat istikharah dua raka’at dan berdo’a seperti hadits yang beliau sendiri riwayatkan itu. Maka jadilah hasilnya, kitab shahih yang diterima oleh segenap kaum muslimin, kecuali yang sesat.

 

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : مَا خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ وَلاَ نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ وَلاَ عَالَ مَنِ اقْتَصَدَ

Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa dia berkata : “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidak akan kecele orang yang shalat istikharah, tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah dan tidak akan menjadi miskin orang yang berhemat (HR Thabrani dalam Al Mu’jam Al Ausath, VI/365 dan dalam Al Mu’jam Ash Shoghir, II/175).

Hadits ini adalah dla’if, tetapi karena hadits ini berbicara tentang fadlilah ibadah dan ibadah yang dijelaskan fadlilahnya jelas legalitasnya, maka hadits seperti dapat diterima.

Ini adalah semacam jaminan bagi orang yang melaksanakan istikharah, dia tidak akan menyesal di kemudian hari. Jika kemudian ada sesuatu yang mengecewakan, maka hendaklah interospeksi diri dan mencari tahu pada diri sendiri apa sebabnya atau boleh jadi jika dia memilih sesuatu yang lain, maka penyesalannya justru lebih besa. Jadi sekalipun dia kecewa, maka kekecewaannya tidak sebesar jika dia memilih seuatu yang lain yang dulu dia tinggalkan. Ini tentang shalat istikharah.

 

Kedua, shalat hajat

Tentang salat jenis ini dasar hadits yang digunakan diperselisikan keshahihannya, diantaranya hadits berikut ini :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِى أَوْفَى قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللَّهِ حَاجَةٌ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِى آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ ثُمَّ لْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ لْيُثْنِ عَلَى اللَّهِ وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ لْيَقُلْ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لاَ تَدَعْ لِى ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِىَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abi Aufa bahwa dia berkata : “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang mempunyai suatu kebutuhan terhadap Allah atau terhadap seseorang manusia, maka hendaklah dia berwudlu, dan memperbaik wudlunya, kemudian hendaklah dia melakukan shalat dua raka’at, kemudian memuji Allah dan mengucapkan shalat kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, kemudian hendaklah dia berkata : “Tidak ada tuhan selain Allah yang Maha Santun lagi Maha Mulia. Maha suci Allah, Tuhan Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu segala hal yang menyebabkan datangnya rahmat-Mu, hal-hal yang memnyebabkan ampunan-Mu dan karunia dari setiap kebaikan serta keselamatan dari setiap dosa. Janganlah Engkau tinggalkan dosaku, kecuali Engkau ampuni, dan tidak ada suatu kegundahan, kecuali Engkau lapangkan, dan tidak ada suatu kebutuhan yang Engkau ridloi kecuali Engkau menunaikannya, wahai Dzat Yang Paling merahmati”. (HR Turmudzi, II/331, no. 481; Ibnu Majah, I/441, no. 1384).

Ibnu Majah menambahkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam setelah itu : Kemudian hendaklah dia meminta segala urusan dunia dan akhirat apapun yang dia kehendaki, karena sesungguhnya ia akan ditakdirkan untuknya”.

Hadits ini sekaligus membentulkan redaksi hadits yang anti sebutkan di dalam pertanyaan di atas. Dan saya tidak menemukan hadits itu diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Jika anti bisa menyebutkan redaksi arabnya, insya Alah saya akan berusaha mencarinya dan menjelaskan kedudukannya.

Dalam mengomentari hadits ini Syekh Nashiruddin Al Al Bani mengatakan bahwa hadits riwayat Ibnu Majah itu adalah lemah sekali. Sedangkan Imam Turmudzi memberikan komentar terhadap hadits yang beliau sendiri riwayatkan bahwa hadits itu adalah Gharib. Dan beliau menjelaskan bahwa sanad hadits itu adalah lemah karena ada seorang rawi yang dilemahkan oleh para ahli hadits. Demikian juga yang dikatakan oleh Imam Al hafidz Al ‘Iroqi dalam mentakhrij hadits-hadits Ihya’ Ulumuddin (I/207). Beliau juga sepakat terhadap kedla’ifan hadits ini.

Ada juga hadits yang lain yang yang disebutkan oleh Imam Ghazali di dalam Kitab Ihya’nya yang menjelaskan bahwa shalat hajat itu berjumlah dua belas raka’at, dimana pada setiap raka’atnya membaca AL Fatihah, kemudia ayat kursi dan Surat Al Ikhlash. Tetapi hadits ini juga dla’if. Al Hafidz Al ‘Iraqi mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Abu Manshur Ad Dailami di dalam Kitab Musnadul Firdaus dengan dua buah sanad dan masing-masing sanadnya adalah dla’if sekali.

Jadi, tentang legalitas shalat ini masih diragukan keshahihannya. Lalu solisuinya bagiamana ?

Solusinya adalah jika memiliki suatu hajat yang besar yang cukup merepotkan kita, maka bangunlah pada malam hari di sepertga terakhir, kemudian lakukanlah shalat tahajut seperti biasa dua raka’at dua raka’at salam. Kalau bisa delapan raka’at seperti yang dilakukan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, maka itulah yang terbaik. Kemudian tutuplah dengan shalat witir tiga raka’at. Lalu berdo’alah kepada Allah dengan sungguh-sungguh, kalau bisa menangis, menangislah. Kalau tidak bisa menangis, belajarlah supaya menangis, insya Allah akan dikabulkan oleh Allah. Maka, do’a adalah solusi yang tiada bandingannya. Bukankah do’a itu adalah otak dan inti dari ibadah.

Atau pilihlah berdo’a pada waktu-waktu yang diduga sebagai waktu istijabah, misalnya pada waktu khatib duduk diantara dua khutbah bagi laki-laki yang melaksanakan shalat jum’at, pada waktu antara adzan dan iqomah, pada Hari Jum’at pada umumnya dan lain-lain.

Jika kita merasa do’a kita belum terkabulkan maka :

  1. jangan putus asa dan jangan tergesa-gesa. Karena ketergesa-gesaan itu justru menghalangi terkabulnya do’a
  2. jika do’a kita tidak terkabul di dunia, maka kita yakin itu adalah rekening yang akan kita panen di akhirat kelak. Bukankah Hamzah sudah meninggal sebelum melihat kemenangan Islam?. Apakah berarti usahanya dan do’anya sia-sia, tidak dan sama sekali tidak. Dan bukankah Fir’aun senantiasa jaya sela hidupnya ? Apakah itu berarti dia benar dan sukses. Sama sekali tidak. Benar dan tidaknya seseorang tidak dilihat dari permaslahan yang dia hadapi, tetapi dilihat dari benar tidaknya perbautannya dalam kaca mata syari’at Islam dan benar tidaknya dia dalam mengikuti Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
  3. jika kita merasa endapatkan tantangan yang berat dalam melaksanakan seuatu yang kita pilih, setelah kita melaksanakan shalat istikharah, maka mungkin saja jika kita memilih sesutau yang lain, maka tantangannya justru lebih berat. Jadi tantangan yang kita hadapi itu adalah tantangan terkecil yang ada. Bisa jadi demikian. Husnudzdzon saja.

Jadi kesimpulanya adalah shalat istikharah jelas legalitasnya dan shalat hajat kurang jelas legalitasnya. Saya tidak merekomendasikan melaksanakan shalat hajat ini. Jika ada sesuatu yang jelas legalitasnya, yaitu do’a dan shalat malam, maka mengapa kita melakukan sesuatu yang tidak jela legalitanya ?.

Semoga jawaban ini berguna. Dan sekali lagi terima kasih atas pertanyaannya. Sangat sangat senang jika ada yang bertanya. Yang penting serius, insya Allah akan saya jawab.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakaatuh.

About these ads

30 Tanggapan to “Shalat Hajat dan Shalat Istikharah”

  1. Tia Anis berkata

    Assalamualaikum….
    Saya mau tanya,,
    dulu sewaktu SMP guru agama saya mengatakan dan ini sekaligus merupakan pengalaman dalam hidupnya..bahwa kita sebagai remaja dianjurkan untuk sering-sering melakukan shalat Istikharah…dan beliau bilang..ia sangat menyesal karena tidak sempat mengetahuii keutamaan dan melakukannya sejak ia remaja…karena menurutnya ini sangat baik…
    Namun ketika saya sekarang berada di bangku kuliah dan tinggal di asrama…saya cerita kalau saya sudah sering dan membiasakan diri malakukan shalat istikharah…

    Spontanitas teman yang saya ceritakan itu bilang….APA????SERING SHALAT ISTIKHARAH???Dengan nada terkejutnya seolah2 hal ini bener2 berbahaya bagi saya…memang dia datng lulusan dari pesantren selama 3tahun di Jombang,Kediri…

    Yang ingin saya tanyakan kenapa dan apakah salah saya membiasakan diri saya shalat istikharah,pak Ustadz????
    Karena saya berharap saya bisa lebioh mendekatkan diri saya dengan ALLAH…sehingga ALLAH yang saya percayai dan imani…akan memberikan yang terbaik bagi say…tentunya saya kira dengan inilah saya bisa menunjukkan bahwa saya masih berharap dan pasrah kepada ALLAH..
    Pak Ustadz…tolong jelasklan apakah benar ada tantangan yang harus saya lewati suatu saat nanti dengan saya sering melakukan sshalat ini???

    Pak Ustadz berikan siraman rohani dan tolong petrbaiki kata2 saya lagi apabila dirasakan tidak sesuai syariat..

    Terima kasih pak sebelumnya…saya sangat menunggu balasan email pak Ustadz..
    Ass..

  2. fauzi berkata

    jawaban sudah saya kirimkan via email langsung

  3. uyho berkata

    kenapa ada yang membolehkan dan ada ada yang melarang shalat hajat,, kenapa kita dibuat bingung dengan yang seperti ini,,,,,,,,,,,,,,

  4. fauzi berkata

    berbeda pendapat adalah suatu hal yang biasa dan berlaku pada seluruh bidang ilmu. contoh nyatanya jika kita sakit kemudian pergike 5 dokter, maka lima buah penyakit yang berbeda akan kita dengarkan dari mereka. ini di dalam ilmu nyata yang dapat diuji secara lab, toh masih ada perbedaan, maka bagaimana dengan ilmu yang bersumber dari pemahaman. yang penting lihat dalilnya,mana yang lebih kuat alasannya, maa itulah yang lebih benar

  5. as..wb
    tadz… minta referensi dr man hal tentang sholt hajt tsb…
    trim, mohon d mail ksaya

    ghufron
    was..wb

  6. crispy berkata

    Assalamualaikum…

    pak ustad, qu pernah melakukan shalat istikharah satu kali dan sering shlat tahajud, niat qu tuk shalat istikharah untuk memohon petunjuk dari allah tentang seseorang lelaki yang saat ini sedang dekat dengan saya apakah dia jodoh qu atau bukan, karena saya ragu dengan nya karena walaupun qt saling menyayangi tapi ada kendala nya pak ustad dikarenakan dia sudah bertunangan dengan orang lain, setelah melakukan shalat istikharah saya sering bermimpi bahwa lelaki itu kerumah saya datang tapi diusir oleh bapak saya, kemudian setelah bermimpi tersebut ternyata benar besok nya lelaki itu di usir oleh bapak saya,,,saya jadi sedih ustad dan bingung..apakah itu jawaban dari Allah, tapi setelah kejadian itu kita makin dekat dan sayang walaupun kami berhubungan diam-diam..dan dia juga melakukan shalat istikharah dan dalam shalat istikharah dia bermimpi aqu dan tunangannya, dan dia juga bingung ustad.

    yang ingin saya tanyakan ustad, apakah Allah langsung memberikan jawaban dengan memberi tanda-tanda seperti banyak nya kendala di hubungan kita ? tapi mengapa perasaan kita malah makin mendalam? itulah yang membuat qu bingung, apa yang harus qu lakukan ustad??

    mohon pencerahan dan masukan nya ustad, terima kasih

    wassalam

  7. dewi berkata

    Assalamualaimum pak ustaz

    saya mo tanya ne, saya bgg melakukan pilihan..saya sudah lama menjalin hubungan dg pasangan saya…sekian lama sya bersama dia..semakin banyak tekanan yg saya dapatkan…dg cara dia mengekang saya melakukan apa aja..dg alasan dia blg tkt kehilangan saya..

    yang jadi pertanyaan saya sekarang..
    apakah dia layak jadi suami saya atau gak..??

    tlg jawab lewat email saya ya uztaz..

    trimakasih..

    wass

    atau gmn jalan keluar dari semua ini..!!

  8. fauzi berkata

    pertanyaan dari sdr Dewi saya jawab langsung saja di sini. Dengan melakukan shalat istikharah, insya Allah akan ada jalan keluarnya nanti, tentu aja masih ditambanh dengan berdo’a dan berdo’a, sambil meminta nasehat kawan-kawan yang benar-benar dekat dengan dia atau dengan mengenal siapa kawan-kawannya, maka insya Allah akan diketahui pula siapa dia. karena teman itu dalam banyak hal tidak jauh dari temannya dalam sifat-sifat dan perilakunya

  9. enis rent berkata

    Assalamu’alaikum.Wr.Wb. Trima kasih pak Ustadz saya sekarang sudah jelas dari pertanyaan dlm hati saya ttg sholat hajat yg dari berbagai versi… dgn membaca uraian diatas jelaslah apa yg jadi pertanyaan saya selama ini…
    Kalau boleh bertanya… misalkan saya punya satu pilihan, dan untuk memantapkan pilihan saya ini, apakah saya harus melakukan sholat istikharah??
    itu saja pertanyaan dari saya.. dan terima kasih atas perhatiannya…
    Wassalamu’alakum Wr. Wb.

  10. fauzi berkata

    Anda benar, shalat istikhroh insya Allah bisa menjadi solusi

  11. Wuri Pramesti berkata

    Asalammualaikum Pak,

    Pak, saya mau bertanya. apa sajakah ciri ciri atau isyarat bahwa bisikan2 yang ada di dalam hati dan pikiran kita itu adalah bisikan setan atau bisikan dari Allah Swt.
    Lalu, apakah di dalam Islam, suatu Kebetulan, atau sesuatu yang tidak direncanakan (misalnya tiba tiba bertemu dengan calon mertua disaat yang tidak direncakan, tetapi hasilnya justru meningkatkan kedekatan silaturahmi; atau secara tidak sengaja orang tua saya salah mengirim sms ke nomor tertentu yang tidak disangka itu adalah nomor hape kekasih saya yang hendak saya perkenalkan beliau)itu juga sesuatu yang dapat dijelaskan keberadaannya? atau itu isyaratdari setan atau Allah pak?
    Trima kasih sebelumnya, semoga jawaban Bapak bisa semakin menguatkan keIslaman saya. Amin Ya Robal Alamin.

    Wassalamualaikum wr. wb.

  12. fauzi berkata

    Wa’alaikum salam.
    kita sebagai seorang muslim hanya diminta dan diperintahkan oleh Allah untuk berusaha dan berdo’a yang diantaranya dengan shalat istikhoroh itu. barangkali kebetulan-kebetulan itu adalah rencana-rencana Allah dalam Qodlo’ dan Qodarnya yang tidak kita ketahui. Asalkan kita sudah berusaha dan berdo’a, maka apapun hasilnya insya ALlah itulah yang terbaik bagi kita.
    Wa’alaikum salam

  13. ika putri berkata

    kpn waktu yg tepat melakukuan sholat hajat…..?????

  14. wija berkata

    Assalamualaikum pak ustadz…

    saya sudah lama berpacaran dengan kekasih saya..sekarang saya sedang di tegur oleh ALLAH karena saya belum juga kembali ke jalan ALLAH dengan putusnya hubungan kami…padahal saya sudah mempunyai keinginan untuk menikahi kekasih saya itu pak ustadz…sekrang saya sadar apa yg saya lakukan selama ini dengan kekasih saya salah besar…makanya saya mau bertobat sebelum menikah..
    tapi kenyataannya malah putus tadz..terus saya coba tiap hari sholat thajud, istkharah…kemudian ditunjukkan saya sedang melakukan maaf “hubngan swami istri” yang saya mau tanyakan apakah ini petunjuk dari ALLAH kalau ini jodoh saya tadz…?namun sampai sekarang kekasihs saya masih berkeras hati untuk putus…apa yang bisa saya lakukan tadz..?untuk menebus kesalahan saya bersama kekasih sy…?

    terima kasih wasalamulaikum wr wb
    dibalas di email saya aja tadz

  15. yuyun berkata

    asalamualikum ustad, saya sedang di hadapkan pada masalah yang rumit. hubungan saya sedang menggantung dengan pacar saya. kami sepakat menikah tapi terhalang oleh perbedaan suku. kekasih saya sepertinya menyerah karena takut durhaka pada ornag tuanya. demi Allah ustads saya ga minta dia untuk durhaka, tapi mohon ayolah perjuangkan dulu hubungan kami. kekasih saya kemudian menjauh dengan alasan sibuk skripsi dan ga mau mikirin masalah ini dulu. saya sudah melaksanakan sholat hajat dan baru semalam melaksanakan Istikarah. karena lanjut sholat subuh saya cuma punya waktu sebentar untuk tidur. kata orang tanda istikarah akan kelur lewat mimpi. saya memang mimpikan dia tapi kurang jelas.ada juga seolah bisikan yg mengatakan dia jodoh saya. saya bersyukur sekaligus takut Ustad, saya takut bahwa mungkin saja itu bukan bisikan Allah melainkan hawa nafsu saya. saya masih sangat awam soal agama. tapi dalam masalah ini sudah saya bantu dengan puasa dunnah daud, senin kamis dan alahmdulilah tahajud. apa yg harus saya lakukan ustad?bagaimana agar saya bijak mencermati tanda dari Allah dan tidak salah melangkah? bolehkah ketika saya istikarah semua sudah saya ikhlaskan ke Allah tapi dalam sholat sunnah dan doa2 setelah shalat fardhu saya minta didekatkan ke kekasaih saya untuk perjuangkan hubungan ini?salahkah?atas jawabanya saya ucapkan terimaksih ustad.

  16. Administrator berkata

    Untuk Yuyun. Terima kasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Dalam do’a shalat istikhroroh itu ada kalimat yang artinya demikian : “Ya Allah jika dia baik bagiku, untuk duniaku dan akhiratku, untuk urusanku dalam waktu dekat dan waktu yang lama, maka dekatkanlah ia kepadaku dan mudahkanlah jalan menuju kepadanya. Dan jika dia tidak baik bagiku, bagi duniaku dan akhiratku, untuk urusanku dalam waktu dekat dan waktu yang lama, maka jauhkanlah dia dariku dan jauhkanlah aku darinya dan berikanlah aku ganti yang lebih baik darinya. Engkau Maha Mengetahui dan aku tidak mengetahui”.

  17. assalamualaikum sekiranya ada wktu tolg d jwab

  18. Administrator berkata

    Wassalamau’alaikum. Untuk Mbak Cindy pertanyaan yang mana ya … !

  19. sumadi berkata

    asalamualaikum pak ustad sya ingin mendapat jwaban dri pk ustad tntang uneg2 dlm hati saya… saya idup tanpa sanak famili tanpa ortu saya bujang tnpa kekash ..garis miring nya aliaz miskin harta miskin cinta …dan
    yg slalu ada dlm htiku untk apa q hidup ya allah… mhon bimbingan dan tlg di jwb q tdk mau jdi orang yg slah jlan…

  20. topiknugroho berkata

    gan yang pendapat para ulama tentang sholat istihoroh nggak ada yah

  21. Nurafni berkata

    assaalamualikum ustad,,,,saya ingi curahkan hati saya yang terluka,,,,,saya punya sahabat dekat…..kami saling menyukai….. kami bersahabat sekian lama….baru bulan ini…ia katakan….bahwa ia sudah di codohkan orang tuanya…..ia udah tunangan,,,bulan ini….rasanya hati saya terluka…..apakah saya boleh sholat istikarah jodoh……..apa solusinya,,,,ustad….rasanya saya…tidak bisa menerimanya……? mohon saranya ustad….

  22. Administrator berkata

    wassalamu’alaikum.
    Shakat istikharah itu disunnahkan tidak hanya untuk mencari jodoh, tetapi ia disunnahkan kepada kita ketika ada pilihan yang sulit di hadapan kita, karena berbagai hal. Ukhti.. Islam tidak memperbolehkan adanya pacaran yang dibungkus dengan istilah pertemanan laki-laki dan perempuan yang. banyak kekecewaan yang akan muncul dari sini. Jika hati sudah mulai tertarik, shalatlah istikharah, dan lakukan pilihan, kemudian khitbah, dan menikah. Insya allah, Dialah yang menolong dan menjamin kitan semua. Ingat ada pepatah : “Cinta sebelum pernikahan adalah syahwat dan cita sesudah pernikahan adalah rahmat”.
    Wassalamu’alakum

  23. nonie berkata

    ass..pak ustadz…
    maaf mengganggu, kurang lebih pertanyaan saya sama dengan yang lain..saya bimbang menentukan diantara dua laki2 ya katanya sayang dengan saya..tpi saya bingung mana yg terbaik utk saya di dunia dan di akhirat…

    pilihan 1…seorang mantan kekasih yg kehidupannya sudah lumayan mapan ttpi sudah menjadi seorang duda saat ini dengan umurnya yg baru 26th saat ini..

    pilihan 2.. seorang lelaki lajang yang masih mengembangkan karir dari bawah dan masih ingin kuliah dengan usia 22th saat ini..

    mohon dijawab…
    terimakasih

  24. therainbow berkata

    Assalamualaikum ustad…
    saya ingin bertanya,,saya dekat dengan seorang laki-laki,,sudah punya keinginan untuk membina sebuah keluarga nanti ketika sudah lulus kuliah,,harapan kami juga berjodoh,,pada suatu ketika kami bertengkar dan akhirnya putus,,waktu itu saya sms di hapenya minta maaf dan mengajak balikan,,sebenere dia juga sudah luluh tetapi smsnya dibaca oleh ibunya ketika hapenya tertinggal dirumah, ibunya menangis dan mengadukan kepada keluarga yang lain katanya saya membuat anaknya jadi gak sopan ma ibunya karena waktu bertengakar dengan saya dia memang sedang emosi dan yang salah adalah kalo ditanya ibunya dia memang sedikit dengan nada membentak,,akhire saya dismsi oleh mbak keponakannya, saya dimarah2i karena membuat ibu dari pacar saya menangis, pacar saya anak tunggal dan ayahnya sudah meninggal ketika dia masih kecil otomatis ibunya sangat takut sekali kehilangan, di keluarganya nama saya sudah jelek sekali, mereka begitu memandang saya negatif, hari2 saya sangat tidak tenang karena merasa saya dimusuhi keluarganya seperti demikian,,sebelum kejadian itu saya pernah ditanya tentang tanggal lahir saya (weton saya dan pacar saya katanya tidak cocok tidak boleh bersatu) keluarganya mengerti agama tapi yang saya heran kenapa saya percaya sekali weton??pacar saya juga tidak bisa berbuat apa2, karena ibunya mencontohkan dari kehidupannya sendiri, katanya dulu dengan ayahnya juga tidak cocok wetonnya tapi nekad akhire ayahnya meninggal karena sakit dan ibunya menikah lagi dengan weton yang tidak cocok dan bercerai,,saya bingung ustad tiap hari saya tidak tenang karena memikirkan ibunya dan keluarganya yang membenci saya, sampai2 pacar saya beberapa waktu lalu mengajak balikan dan jalan dulu,,tetapi pacar saya malah dimarahi lagi oleh keluarganya karena ketahuan balikan dengan saya,,ibunya sampai tensinya naik saking tidak setujunya dengan saya dan membanding2kan dengan wanita lain,,apa yang sebaiknya saya lakukan ustad…pacar saya juga bingung,,dia juga takut kehilangan ibunya tetapi dia juga masih punya harapan bisa dengan saya begitu juga saya :’(
    sebelumnya terima kasih atas sarannya (bisa dikirimkan lewat email saya)

  25. vio berkata

    tolong pesan saya segera dijawab ustad, terima kasih

  26. vio berkata

    assalamualaikum ustad
    saya sekarang sedang menhadapi masalah yang membuat saya sedih dan bingung,,setiap hari hati saya merasa tidak tenang, saya menjalin hubungan dengan seorang laki2, 6 bulan yang lalu dia meminta putus karena masalah sepele saja sebenernya tapi mungkin karena masih muda jadi ego kami masih sama2 tinggi,,besok2nya saya meminta baikan dengan mengiriminya sms,,tapi smsnya dibaca oleh ibunya karena hape dia tertinggal dirumah,,mbak keponakannya sms saya katanya saya sudah membuat ibu dari pacar saya menangis karena sms saya,,saya kaget sekali,,kata mbaknya ketika baru putus dengan saya pacar saya sering emosi kalo diajak ngobrol ibunya,,dan ibunya menganggap saya yang jadi penyebabnya,,nama saya sudah sangat jelek dimata keluarganya,,saya bahkan sudah sangat dibenci,,1 bulan lalu pacar saya memutuskan untuk balikan dan jalan dulu tetapi ternyata hal tersebut telah dicurigai oleh ibunya,,yang nyata2 pacar saya dimarahi karena pacaran lagi dengan saya,,pacar saya bingung karena sehari2 ibunya memikirkan hub saya dengan pacar saya sampai tensinya naik,,akhirnya pacar saya memutuskan untuk putus lagi karena takut dengan keadaan ibunya,,sebelum putus memang saya pernah dihitung tanggal lahirnya dengan keluarga pacar saya (org jawa bilang weton) katanya weton saya dan pacar tidak cocok kalo hidup bersama bisa susah,,keluarga pacar saya tahu agama,,agamanya juga bagus tapi saya heran kenapa masih percaya dengan weton,,pacar saya bingung disisi lain sbg anak laki2 tunggal dia harus memprioritaskan ibunya tapi hatinya sayang dengan saya,,ibunya begitu takut kehilangan pacar saya takut pacar saya jadi durhaka karena saya karena dulu waktu menikah weton ibunya dan ayah pacar saya tak cocok akhire sekarang ayahnya meninggal,,bukankah hidup mati kehendak Alloh ustad?yang kedua ibunya menikah lagi tapi weton juga berbeda lagi akhire cerai karena suami keduane ternyata malah tidak mau mencari nafkah dan sekarang ibunya takut terjadi dengan anaknya,,apa yang harus saya lakukan ustad??:’( saya berharap dia menjadi jodoh dan imam saya kelak tapi bisakah kalo keluarganya begitu menentang hubungan kami???sementara pada saat ini saja kami masih saling sayang walaupun sama2 menyiksa hati kami,,

  27. Administrator berkata

    Wassalamu’alaikum.
    Untuk Vio
    Islam tidak mengenal istilah pacaran. Yang dikenal dalam Islam adalah khitbah (lamaran) dan jika ada kecocokan kemudian pernikahan, tanpa pacaran. Saya sering kasihan kepada para wanita dan laki-laki sekarang yang hanya berpacaran dan selalu mengeluhkan begini dan begitu. Saran saya temui keluarga dengan baik, pamit untuk menikah dan melamar, jika sudah ok, cari hari yang sesuai dengan segala keperluarga kedua belah pihak dan menikah. semakin lama ditunda semakin setan akan mempermainkan kita

  28. Administrator berkata

    Untuk Nonie

    Shalat istikaharahlah dan pilih salah satu. saya tidak bisa memberikan pilihan kepada anda siapa yang harus dipilih. hanya pertanyaannya mengapa yang pertama itu sudah duda, apakah istrinya meningggal atau karena cerai. atau karena sesuatu. itu yang perlu dicari jawabannya.

  29. M Syaroful Munir berkata

    Assalamu’alaikum Pak Ustadz,

    Pak, saya punya masalah saat ini rasanya ingin sekali berhenti bekerja di perusahaan yang selama 10 tahun ini saya bekerja disana, karena manajemen baru yang seolah olah tak mengenal karyawannya, tak peduli akan nasib karyawannya dll, akhir2 ini saya pulangnya selalu malam terus, sabtu-minggu masuk tk pernah libur, hingga saya berfikir kapan ibadahnya?? menurut pak ustadz apa solusi yang tepat untuk saya lakukan…

  30. Feriana dewi berkata

    Assalamualaikum pak ustat, sy mau bertanya? Boleh kah shalat tahajud d laksanakan berbarengan dgn shlt hajat? Lalu yg lbh dahulu. Misalkan kita pny byk cita2, apakah boleh kt doa kan dlm shlt tahajud dan shlt hajat sekalian cita2 kt yg byk itu? Ato satu persatu dl. Mohon penjelasan pak ustat, wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 81 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: