Samudra Ilmu Agama Islam

Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Puasa Tengah Bulan (Ayyamul Biidh)

Posted by Administrator pada 21 Januari 2009

Pertanyaan dari Yayuk Widyaningsih (y_widianingsih@yahoo.co.id) :

Assalamu’alaikum ustadz…

Semoga ustadz senantiasa dalam lindungan Allah SWT..
Saya ingin menanyakan :
1. Pada tanggal berapa dilakukan puasa tengah bulan ?
2. Apakah yang menjadi dasar pelaksanaannya ?
Demikian pertanyaan saya, sebelumnya saya sampaikan jazakumullahu khairan katsiran…

Jawab :

Wa’alaikum Salam Warahmatullaahi wabarakaatuh.

Sebelumnya terima kasih atas pertanyaannya. Segala puji bagi Allah subhaanahu wa ta’ala.

Puasa tengah bulan sering disebut sebagai puasa ayyaamul biidh (أيام البيض) , yaitu puasa pada hari ke 13, 14 dan 15 setiap bulan, baik bulan itu berumur 29 hari atau 30 hari. Imam Bukhari menulis sebuah bab di dalam Kitab Shahihnya dengan judul : صيام أيام البيض ثلاث عشرة وأربع عشرة وخمس عشرة (puasa hari-hari biidh (hari putih/purnama), hari ke 13, 14 dan 15). Puasa ini hukumnya adalah sunnah untuk dibiasakan setiap bulan. Dasarnya adalah hadits-hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam. Diantaranya adalah sebagai berikut :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلاَثٍ صِيَامِ : ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى ، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallaahu ‘anhu bahwa dia berkata : “Kekasihku, yaitu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memberikan wasiat kepadaku dengan tiga hal, yaitu : berpuasa tiga hari setiap bulan, melakukan shalat dua raka’at dhuha dan melaksanakan shalat witir sebelum tidur”. (HR (Bukhari, VII, hal 98, hadits no. 1845 dan Muslim, IV, hal. 48, no. 1182)

Dalam riwayat Abu Dawud (IV, hal. 218, no. 1220) ditambahkan :

لاَ أَدَعُهُنَّ فِي سَفَرٍ وَلاَ حَضَرٍ

Dimana aku tidak meninggalkannya, baik pada waktu bepergian maupun waktu mukim.

Demikian juga sebuah hadits :

عَنْ مُعَاذَةَ الْعَدَوِيَّةِ أَنَّهَا سَأَلَتْ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ قَالَتْ نَعَمْ. فَقُلْتُ لَهَا مِنْ أَىِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ لَمْ يَكُنْ يُبَالِى مِنْ أَىِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ يَصُومُ

Diriwayatkan dari Mu’adzah Al ‘Adawiyah bahwa dia bertanya kepada Aisyah, istri Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Apakah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallamberpuasa tiga hari setiap bulan ?”. Dia berkata : “Ya”. Dia bertanya : “Pada hari bulan apa saja dia berpuasa ?”. Dia berkata : “Dia tidak mempedulikan bulan apapun untuk berpuasa”. (HR Muslim, III, hal. 166, no. 2801)

Tentang penentuan tiga hari itu hari yang keberapa ?. Di sini para ulama sebenarnya berbeda pendapat. Ibnu Hajar di dalam Kitabnya Fathul Bari Syarah Bukhari (IV, 227) ketika mensyarah hadits tersebut, beliau mengatakan : Para ulama berbeda tentang penetuan 3 hari itu menjadi 9 pendapat”. Kemudian beliau menyebutkan secara rinci perbedaan pendapat itu, yaitu :

  1. tidak dapat ditentukan bahwa dimakruhkan untuk menentukannya. Jadi merut pendapat ini yang penting adalah berpuasa tiga hari selama tiga bulan, terserah di haru yan keberapa. Pendapat ini diriwayatkan dari Imam Malik
  2. tiga hari pertama dari awal bulan. Ini adalah pendapat dari Imam Hasan Bashri
  3. yaitu hari ke 12, 13 dan 14
  4. yaitu hari ke 13, 14 dan 15
  5. hari yang pertama adalah hari sabtu pertama dari bulan itu, kemudian hari ahad, kemudian hari senin, kemudian untuk bulan berikutnya dimulai dari hari selasa, rabu, dan kamis, kemudian bulan berikutnya dimulai hari jum’at, sabtu dan ahad. Demikian seterusnya. Pendapat ini diriwayatkan dari Aisyah.
  6. hari kamis yang pertama, kemudian hari senin, kemudian hari kamis
  7. hari senin yang pertama, kemudian hari kamis dan hari senin
  8. hari pertama, hari ke sepuluh dan hari ke dua puluh. Ini diriwayatkan dari Abu Darda’.
  9. awal setiap bulan.

Kemudian beliau sendiri menambahkan pendapat yang kesepuluh, yaitu tiga hari terakhir setiap bulan. Pendapat ini diriwayatkan dari Imam An Nakha’i.

Pendapat yang paling benar adalah pendapat ke empat, yaitu hari ke 13, 14 dan 15. Dalilya adalah hadits :

عَنْ أبَيْ ذَرٍّ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنْ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Dari Abu Dzar bahwa dia berkata : “Rasulullah shallaahu ‘alaihi wasallam bersada : “Wahai Abu Dzar, jika kamu berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada hari ke 13, 14 dan 15”. (HR Turmudzi, III, hal. 230, no. 692 dan dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah di dalam kitabnya Shahih Ibnu Huzaimah, III, hal. 302, no. 2128)

Adapun keutamaannya adalah seperti yang disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi setelah beliau meriwayatkan hadits di atas :

مَنْ صَامَ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ كَانَ كَمَنْ صَامَ الدَّهْرَ

Barangsiapa yang berpuasa tiga hari setiap bulan, makaseolah-olah dia seperti orang yang berpuasa selama-lamanya (sepanjang masa).

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari, XI/ 228, no. 3166; Ibnu Majah, V/230, no. 1697.

Penjelasannya adalah bahwa seperti yang disebutkan dalam hadits-hadits yang lainnya bahwa amalan setiap muslim itu dilipatkandakan 1 berbanding sepuluh. Satu amalan dianggap 10 amalan. Jadi orang yang berpuasa tiga hari dianggap berpuasa 30 hari. Jadi dia dianggap berpuasa sepanjang bulan itu, sepanjang tahun itu, dan selamanya.

Demikian semoga jawaban ini dapat berguna. Semoga Allah merahmati kita semua.

 

Untuk Bahan bacaan tentang masalah ini dapat dilihat pada kitab-kitab berikut ini :

 

  1. Nailul Author karya Imam Asy Syaukani, IV/252
  2. Subulus Salam, karya Imam Ash Shon’ani, II/168
  3. Al Fiqhul Islami Wa Adillatuhu, karya Syeikh Wahbah Az Zuhaili, III/23

Fiqhus Sunnah, karya Sayyid Sabiq, I/453

About these ads

5 Tanggapan to “Puasa Tengah Bulan (Ayyamul Biidh)”

  1. yayuk widianingsih said

    Assalamu’alaikum wr wb ustadz…..

    Saya ingin menanyakan :
    1. Manakah batasan-batasan aurat wanita?
    2. Apakah punggung telapak tangan termasuk aurat wanita?
    3. Apakah yang dimaksud ” yang biasa nampak ” bagi aurat wanita?

    Sebelumnya Saya sampaikan jazzakumullah Khoiron Katsiron.

  2. tryayuokta said

    izin copy ya ustadz

  3. sundari said

    Assalamuailaikum….
    Saya ingin bertanya maksud dari hadis bahwa antara tanggal 13, 14, 15 terjadi peningkatan air dan gaya tarik bulan trus manusia kalau tidak puasa juga kelebihan air, maksunya apa hadist ini… Mohon penjelasannya…

  4. Sudrajat said

    Siip dah,

  5. pralampito said

    Assalamu’alaikum ustadz…
    smoga ustadz…slalu dalam lindungan Allah SWT

    yang ingin saya tanyakan bagaimana hukumnya meneruskan puasa sunnah
    misal : selesai puasa sunnah bulan sawal langsung kita teruskan puasa tiga hari tgl 13,14,15 dan selesai puasa 3 kita sambung puasa hari senin/kamis.
    lalu apakah boleh meniatkan 2 amalam sunnah misal : puasa 3 hari tiap bulan pas tanggal 13 jatuh hari senin
    /kamis lalu kita niatkan untuk melaksanakan 2 puasa tersebut. terimakasih ustadz .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 87 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: