Samudra Ilmu Agama Islam

Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Tanya Jawab – Mana yang harus didahulukan Aqiqah atau Qurban ?

Posted by Administrator pada 5 Januari 2009

Pertanyaan dari Mukhlis Habari ( xxxxxx@yahoo.com) :

Assalamu’alaikum .

Jika kita telah dewasa dan belum melaksanakan aqiqah, mana yang kita utamakan ibadah qurban atau aqiqah?

Jawab :

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Sebelumnya terlebih dahulu kita jelaskan tentang hukum Aqiqah :

Madzhab Hanafi menyatakan bahwa aqiqah itu hukumnya boleh, bukan sunnah, dalilnya adalah karena korban pada hari raya idul adlha itu sudah menghapusnya (menashakh). Menurut mereka pendapat ini diriwayatkan  dari Aisyah, radiallaahu ‘anha.

Jumhur (Madzhab empat selain Hanafi) berpendapat bahwa aqiqah adalah sunnah, berdasarkan

1. hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik  :

سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَنِ الْعَقِيْقَةِ، فَقَالَ : “لاَ أُحِبُّ الْعُقُوْقَ”، وَكَأَنَّهُ إِنَّمَا كَرِهَ الاِسْمَ، وَقَالَ : مَنْ وُلِدَ لَهُ وَلَدٌ فَأَحَبَّ أَنْ يَنْسُكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ

Rasulullah shllallaahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang aqiqah, maka dia berkata : “Aku tidak menyukai ‘uquq” (Seolah-olah dia tidak menyukai namanya). Dan dia berkata : “Barangsiapa yang dilahirkan seorang anak untuknya dan hendak beribadah untuknya, maka hendaklah dia melakukannya”. (Al Muwatho’ : II : 628)Disini Rasulullah menjelaskan : “jika …. hendaklah dia mengerjakannya”. Ini menunjukkan tidak wajib. Rasulullah tidak menyukai namanya, karena kata uquq maknanya adalah kedurhakaan.

2. Hadits Rasullah yang menejelaskan bahwa dia melakukan aqiqah untuk Hasan dan Husain dengan seekor kambing seekor kambing. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah. Tetapi Abu Hatim menyatakan hadits itu mauquf. (Bulughul Maram, bab tentang aqiqah). Hadits ini menjelaskan tentan perbuatan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang menyembelih kambing ketuka cucu-cucu beliau dilahirkan. Ini termasuk kategori sunnah fi’liyah yang tidak dengan tegas menyatakan kewajiban.

Di dalam Ushul Fiqih dibedakan antara sunnah qouliyah dan sunnah fi’liyah dalam kaitannya dengan istinbath hukum.

Imam Syafi’I mengatakan : “Aqiqah adalah sunnah mu’akkadah bagi orang yang menanggung nafkah anak tersebut”.

Hikmahnya adalah untuk mengungkapkan syukur kepada Allah dan memupuk semangat kedermawanan, mengundang kerabat dan sanak famili sehingga dapat memupuk rasa persaudaraan.

Adapun Dawud Adh Dhahiri dan mereka yag sependapat dengannya menyatka bahwa aqiqah adalah wajib. (Al Muhalla : V : 178). Dalil mereka adalah sabda Rasulullah :

كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ ، وَيُحْلَقُ ، وَيُسَمَّى

“Setiap anak itu digadaikan kepada aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, dicukur dan diberi nama”.

Dahir hadits ini menunjukka bahwa aqiqah adalah wajib, sama wajibnya membayar barang yang gadai untuk hutang.

Ibnu Qoyyim berkata : “Anak itu tidak diperbolehkan untuk memberikan syafa’at kepada kedua orang tuanya. Dzahir hadits ini memunjukkan bahwa diri anak itu dihalangi dari kebaikan yang ditujukan terhadapnya. Kadang-kadang seorang anak itu tidak lengkap mendapatkan kebaikan karena perbuatan kedua orang tuanya, walaupun ia sendiri tidak melaksanakannya, seperti ketika berjima’ tidak menyebut nama Allah, sehingga dia terhindar dari setan ketika dilahirkan. Ini tidak berarti orang tua akan disiksa karena meninggalkan aqiqah. Dan lagi pula hadits ini menunjukkan bahwa sesuatu yang sangat dianjurkan”.

Ini hukum aqiqah. Dari penjelasan ini jelaslah bahwa pendapat jumhur lebih dekat kepada kebenaran dan lebih kuat dalilnya.

Dan yang lebih penting lagi dan sangat harus kita pahami bahwa aqiqah itu diperintahkan kepada orang tua, bukan kepada anak. Jadi jika anak sudah dewasa dan pada masa kecilnya belum di-aqiqah-i, maka dia tidak diperintahkan untuk meng-aqiqah-i dirinya sendiri.

Memang ada sebah hadits yang menyatakan demikian :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنْ نَفْسِهِ بَعْدَ الْبَعْثَةِ

“Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam meng-aqiqah-i dirinya sendiri setelah diutus”.

Tetapi Imam Baihaqi menyatakan bahwa hadits ini adalah munkar (riwayat orang yang dla’if yang bertentangan dengan orang yang dla’if pula). (Sunan Baihaqi : II : 157, no. hadits : 19750). Bahkan Imam Nawawi menyatakan bahwa hadits ini adalah bathil. (Subulus Salam, VI : 329)

Ada sebagian ulama dalam madzhab Hanbali dan Maliki yang menjelaskan bahwa aqiqah itu tidak dibatasi dengan waktu. Tetapi mereka menjelaskan bahwa perintah aqiqah itu ditujukan kepada bapak, bukan kepada anak. Jadi anak tidak boleh melakukan aqiqah untuk dirinya sendiri. (Al Fiqhul Islami wa adillatuhu, karya Syeikh Wahbah Az Zuhaili : IV : 286)

Dari penjelasan di atas kita berkesimpulan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkadah. Dan menurut sebagian ulama aqiqah boleh dilakukan ketika anak sudah dewasa oleh bapaknya, bukan oleh dirinya sendiri. Walaupun sebagian yang lain berpendapat bahwa aqiqah itu dibatasi sampai hari ke tujuh seperti pada hadits di atas.

Jika mampu untuk melaksanakan akikah untuk anak dan korban pada waktu idul adlha, maka melakukan keduanya adalah lebih baik.

Jika hanya dapat melaksanakan salah satunya, maka prioritaskan kurban pada hari raya idul adlha terlebih dulu, karena perintah kurban adalah tertuju kepada diri sendiri, berdasarkan hadits : Mulailah dari dirimu sendiri, kemudian orang-orang yang kamu tanggung”. Dan jika kemudian mampu untuk melakukan aqiqah untuk anaknya, maka melaksankan aqiqah itu juga tidak ada salahnya.

Sekian semoga jawaban ini cukup menjelasan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

About these ads

8 Tanggapan to “Tanya Jawab – Mana yang harus didahulukan Aqiqah atau Qurban ?”

  1. H FIRMAN berkata

    apa itu takdir………kalo yg bunuh diri itu apa namanya?

  2. fauzi berkata

    Takdir adalah rahasia Allah terhadap ketentuan yang akan terjadi pada segala jenis makhluknya. Surat Ar Ra’d : 39 menjelaskan bahwa Allah itu menghapus dan menetapkan apa yang dia kehendaki (maksudnya dari kitab-kitab dan ketentuan-ketentuan yang telah diberikan kepada para malaikat) dan bagi-Nya adalah ummul kitab (kitab induk, maksudnya adalah yang ada di lauh mahfudz yang tidak akan penah berubah, yang hanya Allah saja yang mengetahuinya). Lihatlah malaikat Isrofil tidak tahu kapan tugas meniup sangka kala itu harus dilaksankan. Dia hanya menunggu perintah. Malaikat Izroi’il juga akan mencabut nyawa seseorang jika ada perintah. Takdir adalah rahasia Allah, untuk suatu hikmah yang hanya Dia saja yang mengetahui. Kita hanya diperintahkan untuk beriman dan berusaha. Hanya Allah yang menentukan. Ingat, kerusakan umat terdahulu karena berdebat tentang takdir. Jika manusian mengetahui ajalnya misalnya, kita tidak dapat membayangkan bagaimana hidupnya. Dia akan berbuat kerusakan selama hidupnya, dan akan betaubat sesaat seblum ajalnya. Jika demikian, maka semua ajaran syari’at itu tidak berguna. Itulah hikmah mengapa pahala, dosa, mati, surga, neraka, masa depan itu adalah termasuk hal-hal yang ghaib, dimana kita harus beriman kepadanya. Itulah sebabnya mengapa ramal-meramal itu haram, karena peramal menyangka mengetahui hal yang ghaib.

  3. Sebenarnya anjuran melakukan akikah lebih kuat daripada kurban.coba perhatikan makna hadits di atas : Setiap anak itu digadaikan kepada aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, dicukur dan diberi nama”.Hadits ini menjelaskan betapa terikatnya seorang anak dengan status tergadainya dirinya dengan akikah. Hal ini tidak seperti pada anjuran berkurban. Jadi menurut saya selesaikan tanggung jawab akikah baru melaksanakan kurban.

  4. nova primananda berkata

    jika saya seorang penjahat apa yang harus saya lakukan bertobat lalu cari pekerjaan yang baik baru kemudian menikah atau menikah baru kemudian bertobat lalu cari pekerjaan yang baik ?

  5. ismi raharja berkata

    apa benar klu anak belum di aqikoh nt klu orang tuanya meninggal doa anak tersebu tidak sampai ?

  6. jersey bola berkata

    Hello, yeah this piece of writing is truly pleasant and I have learned lot of things from it about blogging.

    thanks.

  7. Cecep Heriadi berkata

    Assalamuallaikum..
    Jika ada orang yg sudah dewasa yg blm sempat di aqiqah-in oleh ayahnya karena sudah meninggal (ayahnya), apa yg lebih diprioritaskan terlebih dahulu oleh anak tersebut (aqiqah/kurban) ?

  8. enhy berkata

    ustad saya mau tanya ne
    kemaren kakak saya meninggal karna kecelakaan,dan dapat uang duka dari jasaraharja
    kemudian org tua saya mau meng aqikah kan nya dengan uang tsb
    apakah boleh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 81 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: